Selasa, 12 Mei 2026

Panglima KPA dan Dua TNI Diculik

Kasus menggegerkan masyarakat terjadi di wilayah Aceh Utara dalam dua hari terakhir

Tayang:
Editor: bakri

LHOKSUKON – Kasus menggegerkan masyarakat terjadi di wilayah Aceh Utara dalam dua hari terakhir. Pada Minggu (22/3) malam sekelompok orang bersenjata api laras panjang menculik Panglima Muda KPA Pase, Mahmudsyah alias Ayah Mud (48). Belum lagi jelas nasib Ayah Mud, tiba-tiba pada Senin sore kemarin dua anggota TNI dilaporkan juga diculik.

Informasi yang diperoleh Serambi dari berbagai sumber menyebutkan, penculikan terhadap Ayah Mud terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (22/3) malam di kampungnya, Desa Paya Terbang, Kecamatan Samudra, Aceh Utara. Tersangka pelakunya disebut-sebut empat orang bersebo menggunakan senjata api (senpi) laras panjang jenis AK.

Usai magrib malam itu, Ayah Mud keluar dari rumah dan duduk kios depan rumahnya. Ia sempat minta bantu Saiful Nur (20), warga setempat membelikan rokok. Tiba-tiba dari arah jalan Desa Pulo Kitou, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara melaju sebuah Mobil Avanza hitam.

Mobil itu berhenti tepat di depan rumah Ayah Mud. Dari dalam mobil keluar empat pria bersebo, baju dan celana serta sepatu warna hitam, menuju ke rumah Ayah Mud.

Saat sampai di pintu pagar, tiga pria berlari ke kencang ke arah Ayah Mud sambil mengokang senjata. Saat itulah, Nasrullah (28) dan Saiful Bahri (22) yang sedang duduk menemani Ayah Mud tersentak.

Pada detik-detik berikutnya, dua pria bersebo langsung menarik baju singlet (kaos tanpa lengan) yang dikenakan Ayah Mud hingga terdengar suara sobek. Sempat terdengar suara membentak dari kelompok bersenpi itu. “Kau ya, kau ya,” begitu nada pertanyaan membentak dari salah seorang anggota kelompok tersebut, sebaimana ditirukan Nasrullah.

Saat itu Ayah Mud sempat menimpali dalam bahasa Aceh. “Peuna ilee lagenyoe sabe keudrou-drou teuh (ada apa ini, kok begini kita sesama teman).”

Sambil menodongkan senjata, kelompok penyerang langsung berusaha membawa paksa Ayah Mud ke mobil. Ayah Mud sempat melawan sambil menepis laras senjata yang mengarah ke dahinya. Seketika itu juga seorang pria membogem kepala Ayah Mud. “Ayah Mud baru bersedia naik ke mobil ketika seorang pria yang berdiri di jalan memerintahkan gari (borgol),” ujar Nasrullah mengisahkan kejadian malam itu. Kejadian itu juga disaksikan Mukhtariza (27), keponakan Ayah Mud yang sedang duduk di atas sepmor. Mukhariza langsung kabur ke belakang disusul Muchlis (22). Pada saat bersamaan sempat terdengar suara dari dalam mobil dengan nada setengah berteriak, “Siapa yang lari tadi, tembak saja.”

Dalam suasana ketakutan dan jerit histeris di sekitar rumah Ayah Mud, mobil yang membawa Ayah Mud langsung meluncur kencang ke jalan line. Selanjutnya, warga memberitahukan kejadian itu ke warga lain termasuk Nilawati (36), istri Ayah Mud di dalam rumah.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo bersama Kabag Ops Kompol Isharyadi langsung ke lokasi kejadian memimpin penyelidikan dan pengejaran kelompok yang membawa Ayah Mud yang juga Wakil Ketua Partai Aceh (PA) Aceh Utara.

Laporan lain yang tak kalah mengejutkan juga terjadi di wilayah Aceh Utara. Dua Intel Kodim 0103 Aceh Utara, Senin (23/3) sekitar pukul 17.00 dilaporkan diculik kelompok bersenjata api di kawasan Dusun Alue Mbang, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara setelah mobil Avanza yang mereka gunakan dihadang. Kedua prajurit TNI tersebut adalah Sertu Indra dan Serda Hendri.  

Satu jam setelah merebak laporan penculikan itu, warga di kawasan Alue Papeun sempat mendengar letusan senjata api sebanyak tiga kali dari kawasan Dusun Bate Pila, masih kawasan Desa Alue Papeun.

Informasi yang diperoleh Serambi, dua anggota TNI tersebut sedang menyelidiki kelompok bersenjata api yang selama ini melakukan penculikan, termasuk penculikan terbaru terhadap Panglima Muda KPA Pase, Ayah Mud.

Dalam melaksanakan tugasnya, kedua anggota TNI berpakaian preman tersebut sempat singgah ke rumah M Daud Nisam Antara untuk bersilaturahmi. Saat pulang, tiba-tiba mereka dihadang sekelompok pria bersenpi sambil menghentikan mobil Avanza yang mereka gunakan. Komplotan yang berjumlah belasan orang itu langsung membawa Sertu Indra dan Serda Hendri ke kawasan Dusun Bate Pila menggunakan sepeda motor. Sedangkan mobil Avanza ditinggal di pinggir jalan. Aksi penculikan itu sendiri berlangsung di hadapan warga yang sedang lalu lalang.

M Daud membenarkan kedua prajurit TNI itu sempat singgah ke rumahnya untuk silaturahmi karena keduanya sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Apalagi dalam waktu dekat M Daud akan mengadakan pesta perkawinan anak kandungnya. “Beberapa saat setelah meninggalkan rumah, saya dapat kabar mereka diculik,” ujar Daud menjawab Serambi, tadi malam. Setelah mendapat kabar itu, M Daud langsung melapor ke Pos Polisi Nisam Antara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved