Pengusik Perdamaian Aceh Harus Jadi Musuh Bersama
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengimbau masyarakat menghargai perbedaan, sehingga tidak terjadi konflik
* Masyarakat tak Ingin Ada Konflik Lagi
MEDAN - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengimbau masyarakat menghargai perbedaan, sehingga tidak terjadi konflik. Selain itu, pihak-pihak yang berusaha melakukan kerusuhan atau mengusik damai Aceh harus menjadi musuh bersama (common enemy).
Pernyataan tegas ini disampaikan Zaini melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia (SDM), Abubakar SH saat menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad saw 1436 Hijriah di Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (28/3).
Saat maulid tersebut diperingati, Gubernur Zaini sedang berada di Beijing, Tiongkok, bersama Presiden Jokowi menghadiri Indonesia-China Economic Cooperation Forum yang berlangsung Jumat (27/3), sehingga kehadirannya di Medan diwakilkan kepada Abubakar SH. Direncanakan, Gubernur Zaini baru akan kembali ke Aceh pada hari Senin (30/3) besok, sebagaimana dikabarkan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Teuku Aznal Zahri kepada Serambi di Banda Aceh kemarin sore. Dalam sambutan tertulis itu Gubernur Zaini menegaskan, Aceh harus tetap aman dan semua masyarakat sepakat tidak ingin terjadi lagi konflik. Masalah yang muncul harus diselesaikan dengan ulama maupun orang pandai atau melalui prosedur hukum. “Jadi, siapa pun yang mendatangkan masalah, harus jadi musuh bersama,” imbuhnya.
Ia tekankan, masyarakat Aceh di Sumut harus bisa menjadi contoh bagi kehidupan bermasyarakat di Serambi Mekkah (Aceh), karena bisa hidup damai di daerah yang multikultur. “Medan ini multikultur. Pastinya dinamika perbedaan pendapat selalu ada. Ini hal biasa,” kata Abubakar di hadapan puluhan perantau dan tokoh Aceh.
Lebih lanjut ia berpesan agar masyarakat bisa menjadikan momen maulid untuk memotivasi mental, akhlak, dan keimanan yang kokoh. Hal ini perlu agar terhindar dari saling curiga, maupun upaya menjatuhkan. “Tapi harus tetap kritis. Jangan sampai hal yang salah dibiarkan atau dijadikan senjata untuk menjatuhkan. Ini yang harus dihindari,” ucap Abubakar yang juga mantan Kadis Sosial Aceh.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh di Medan, Ruslan Armas, berharap melalui momentum maulid tersebut bisa semakin mempererat silaturahmi para perantau Aceh di Sumut. Dalam kesempatan ini pihaknya juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim dari Darul Aitam Medan. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/personel-tni-dari-batalyon-133js.jpg)