Selasa, 12 Mei 2026

Houthi Serang Perbatasan Saudi

Militan Syiah, Houthi mulai menyerang tentara Saudi di perbatasan pada Selasa (31/3), sehingga kedua pihak saling melepaskan

Tayang:
Editor: bakri

SANAA - Militan Syiah, Houthi mulai menyerang tentara Saudi di perbatasan pada Selasa (31/3), sehingga kedua pihak saling melepaskan tembakan roket. Pada Selasa dinihari, serangan jet tempur Arab Saudi yang berjumlah sekitar 200 unit menghantam markas militan Houthi yang sudah memasuki hari ke enam.

Warga dan suku di utara Yaman melaporkan artileri dan roket saling ditembakkan di perbatasan Saudi. Ledakan dan tembakan terus terdengar berat, saat helikopter Saudi terbang di atas kepala, kata mereka.

Pemerintah Saudi menyatakan telah mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan untuk mempersiapkan serangan darat, tapi belum ada jadwal. Pejabat militer Pakistan yang sedang berada di Riyadh juga mengatakan pihaknya siap mengirim pasukan untuk mendukung Saudi.

Pada serangan udara terbaru di Saadeh dan Yarim, luar Ibukota Sanaa dari Senin (30/3) malam sampai Selasa (31/3) jelang fajar, sejumlah gudang penyimpanan rudal, senjata, termasuk rudal anti-pesawat di kawasan perbukitan, dekat bandara internasional Sanaa hancur.

Dilaporkan, Arab Saudi dan Syiah Iran saling melontarkan tuduhan atas konflik di Yaman, saat PBB memperingatkan bahwa Yaman terancam hancur total. Ledakan kuat yang terdengar sepanjang Senin malam sampai Selasa pagi dinilai sebagai serangan udara koaliasi pimpinan Saudi terbesar terhadap pemberontak Syiah, Houthi

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, Selasa (31/3) menegaskan pemberontak Houthi dan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang didukung Iran telah menghancurkan Yaman. “Kami tidak mengobarkan perang, tetapi jika mereka memukul genderang perang, maka kami siap berperang,” kata Saud kepada Dewan Syura Saudi.

Sebaliknya, Teheran menuduh Arab Saudi sedang mengobarkan perang di seluruh kawasan Timur Tengah. “Perang manapun di wilayah ini akan memicu negara di jazirah ini ikut berperang,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian. “Kami meyakini, serangan militer Saudi terhadap Yaman sebagai tindakan yang salah,” katanya kepada wartawan di Kuwait, kemarin.

Media Iran kembali mendukung klaim Teheran tidak mengirim senjata, tetapi menyebutkan mengirim bantuan non-militer ke Yaman, termasuk makanan dan obat-obatan, kemarin. Media Kuwait, Al-Watan melancarkan serangan terhadap Teheran dengan menggambarkan serangan udara Saudi sebagai pukulan paling keras bagi Iran. “Kampanye yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman akan menjadi sejarah keberhasilan Arab dan sebuah jalan menaklukkan musuh terburuk di negara Persia,” sebut harian itu merujuk ke Iran.

Sementara itu, ledakan besar terdengar sepanjang Senin malam di Sanaa ketika pasukan koalisi meledakkan gudang rudal milik pemberontak Garda Republik, yang setia kepada Saleh. “Warga Sanaa terus melalui hari teror karena pemboman terus-menerus dari malam sampai pagi,” kata Assem al-Sabri (28), salah seorang warga Sanaa.

“Kami tidak bisa tidur saat mendengar suara ledakan keras,” katanya kepada AFP. Ledakan di gudang rudal mengguncang kuat distrik di barat daya Sanaa, dan api mengepul ke udara yang terlihat di sebagian besar kota. “Ledakan bom terkuat yang pernah saya rasakan dalam hidup saya, karena menerangi langit Sanaa,” kata Amr al-Amrani (30), warga Sanaa lainnya..

Pesawat-pesawat tempur koalisi juga menyerang sebuah pangkalan udara Pengawal Republik di barat daya kota Taez. Untuk pertama kalinya sejak operasi dimulai Kamis (26/3), pesawat tempur membom pasukan pemberontak di kota Syiah, Dhammar, kubu Houthi di Sanaa selatan, serta gudang senjata di utara ibukota.

“Ada kebakaran besar di pegunungan di luar Sanaa, sepertinya menghancurkan gudang rudal yang terbakar selama setengah jam atau lebih dan api dari ledakan rudal anti-pesawat sampai subuh,” kata seorang warga Sanaa.

Televisi yang berbasis di Qatar Al Jazeera melaporkan serangan udara menghantam kamp militer di Saadeh, sedangkan Al Arabiya melaporkan serangan di pelabuhan Laut Merah Hudaida. Seorang warga Sanaa mengatakan serangan juga telah merusak bandara internasional Sanaa.

Stasiun televisi Beirut, al-Maseerah yang terkait dengan Houthi, melaporkan serangan menghantam sebuah pabrik gas di pusat kota Yarim, menewaskan delapan orang dan melukai 28 lainnya.

Serangan udara koalisi, selain jet tempur, juga kapal perang dan artileri untuk menyerang militan Syiah dan pendukung setia presiden terguling Ali Abdullah Saleh yang sedang menyerang kota pelabuhan Aden. Serangan udara Saudi sudah mencapai 9 dari 21 provinsi di Yaman sampai hari ke enam, kemarin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved