Koperasi Permata Ekspor 1.300 Ton Kopi

Koperasi Serba Usaha (KSU) Permata Gayo, Bener Meriah yang memiliki anggota 1.700 petani kopi yang tersebar di 24

* Beranggotakan 1.700 Petani dari 24 Desa

REDELONG - Koperasi Serba Usaha (KSU) Permata Gayo, Bener Meriah yang memiliki anggota 1.700 petani kopi yang tersebar di 24 berhasil mengekspor 1.300 ton kopi arabika ke luar luar negeri sepanjang 2014 lalu. Rapat anggota tahunan (RAT) 2015 yang digelar di Oproom Setdakab, Redelong dibuka Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, Fauziah SE, Selasa (31/3).

RAT Koperasi yang khusus bergerak dalam bidang bisnis kopi ini diikuti para delegasi petani dari Bener Meriah dan Aceh Tengah. Dalam sambutannya, Fauziah, menyebutkan koperasi sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas kehidupan para anggotannya, baik dalam bidang ekonomi maupun kemandirian keluarga.

Sedangkan Ketua panitia RAT Permata Gayo, Djumhur Abubakar, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini untuk mengevaluasi kinerja pengurus koperasi selama tahun 2014, termasuk perkmbangan yang telah dicapai. “Semuanya dilaporkan ke anggota, tentang perkembangan usaha, kegiatan, dan lain-lain,” kata Djumhur.

Dia menjelaskan seluruh anggota Koperasi Permata Gayo merupakan petani kopi Gayo yang terus dibina untuk meningbkatkan hasil dan mutu produksi.

“Pada tahun 2014, sebanyak 1.300 ton kopi arabika Gayo sudah dijual keluar negeri,” jelasnya, seraya menambahkan jumlah itu turun dibandingkan kinerja 2013 lalu.

Menurut Djumhur, rapat akhir tahun akan menghasilkan masukan-masukan dari para perwakilan anggota koperasi di masing-masing desa. Sedangkan untuk laporan perkembangan koperasi, di tahun 2014 terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2013. “Hal itu disebabkan masalah produksi dan kemampuan koperasi di dalam melakukan pembelian, bila bandingkan tahun 2013 lalu,” ujarnya lagi.

Dia berharap, para pengurus koperasi dapat menjalankan seluruh diaspirasikan anggota, sehingga anggota tetap merasa memiliki yang nantinya berdampak pada perkembangan koperasi. “Selain itu juga, kesejahteraan dan kemakmuran mereka bisa tercapai dan koperasi adalah sarana mereka untuk mewujudkannya,” ucap Djumhur.

Seperti dilansir sebelumnya, Jumlah kopi arabica yang diekspor dari Kabupaten Aceh Tengah ke mancanegara dari Januari sampai September 2014 mencapai 7.000 ton lebih dengan nilai 39,9 juta dolar AS (5,7 dolar/kg) atau sekitar Rp 486 miliar. Diperkirakan, jumlah kopi yang diekspor terus bertambah sampai akhir tahun ini.

“Jumlah kopi Arabica yang diekspor ke mancanegara tahun ini atau sampai September 2014 mencapai 7.000 ton,” jelas Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM. Nasaruddin menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Indonesia International Coffee Symposium (IICS) 2014 di gedung AAC, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (20/11/2014).

“Kopi telah menjadi pilar utama kehidupan masyarakat Aceh Tengah, sehingga harus dikelola lebih baik lagi,” ujarnya. Disebutkan, luas area kopi di Aceh Tengah 48.300 ha, kemudian Bener Meriah 39.490 ha dan Gayo Lues 7.800 ha, dimana jumlah petani di tiga kabupaten bertetangga itu sebanyak 66.101 KK. Sedangkan simposium itu dilaksanakan tiga hari, 19-21 November 2014.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help