Rabu, 20 Mei 2026

Panglima TNI Siap Angkat Senjata

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menegaskan, TNI tidak akan tinggal diam dengan adanya pembunuhan dua anggota

Tayang:
Editor: bakri
Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi bersama Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, Danrem 011/LW, Kolonel Ahmad Daniel Chardin memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan Komisi III dan Komisi I DPR-RI yang membahas berbagai isu terkait kekerasan di Aceh, termasuk kasus penculikan dan pembunuhan dua anggota TNI di Aceh Utara, di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin (30/3/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Lawan Mantan GAM yang Buat Kelompok Baru

JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menegaskan, TNI tidak akan tinggal diam dengan adanya pembunuhan dua anggota Kodim 0103 Aceh Utara, Sertu Indra dan Serda Hendri, Selasa 24 Maret 2015 di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Jenderal Moeldoko menyatakan siap angkat senjata untuk memerangi kelompok penembak anggota TNI tersebut. “Kami sedang identifikasi pelaku. Kami kerja sama dengan kepolisian. Perintah saya jelas, cari (pelakunya) sampai ketemu,” kata Jenderal Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/3).

Jenderal bintang empat itu memerintahkan anak buahnya untuk mencari pelaku penembakan sembari menyebutkan bahwa kelompok yang membunuh kedua anggota TNI itu merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang membuat kelompok baru di Aceh.

“Kondisi di Aceh itu sporadis, ada sempalan lama yang ingin merasa eksis. Mereka mantan GAM yang membuat kelompok baru,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurut Panglima TNI, kepolisian setempat bekerja sama dengan TNI AD masih memburu pelaku. Perburuan ini akan terus berlangsung sampai para pelaku tertangkap.

Sementara itu, pada 25 Maret 2015, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf yang kerap disapa Mualem, memastikan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara itu.

KPA adalah paguyuban tempat berhimpunnya eks kombatan GAM setelah sayap militer GAM dibubarkan dan senjata mereka diserahkan kepada Aceh Monitoring Mission (AMM) untuk dipotong (decommisioning) seusai MoU Helsinki diteken 15 Agustus 2015.

“Bahkan ada anggota kami, yakni Mahmudsyah (Ayah Mud) juga terkena imbasnya (penculikan),” ujar Mualem saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Munawarah Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu 25 Maret 2015.

Wakil Gubernur Aceh itu juga menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya kedua anggota TNI tersebut dan berharap keluarganya tabah dalam menghadapi cobaan. “Kita sesali hadirnya pelaku kriminal yang tidak jelas sekarang ini dan ingin memperkeruh suasana perdamaian Aceh. Mereka kita harapkan bisa kembali lagi kepada keluarga dan masyarakat agar kita sama-sama bisa membangun Aceh,” ujar Mualem.

Sebelumnya diberitakan bahwa dua personel intel Kodim 0103 Aceh Utara yang diculik oleh belasan pria bersenjata di pedalaman Alue Mbang, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa pagi, 24 Maret 2015.

Penculikan terjadi Senin petang. Kemudian, pada Selasa pagi itu, sekitar pukul 08.30 WIB keduanya sudah meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letkol Machfudz menyebutkan, kedua intel itu bernama Sertu Indra dan Serda Hendri. Mereka diculik para pria bersenjata api saat sedang melakukan tugas pengumpulan informasi tentang keberadaan kelompok sipil bersenjata, Din Minimi, di kawasan Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, kedua intel itu disergap belasan anggota kelompok sipil bersenjata sekitar pukul 16.00 WIB. Penyergapan terjadi saat mereka baru saja ke luar dari rumah mukim setempat, M Daud, di Desa Alue Mbang. Baru beranjak sekitar 300 meter dari rumah itu, mobil Toyata Kijang hitam yang mereka kendarai dihadang.

Kedua intel tersebut lalu dibawa ke arah Desa Sidomulyo, Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara. Sekitar pukul 17.30 WIB, ada warga setempat yang mengaku mendengar tiga kali suara letusan, mirip suara senjata api di sekitar Desa Alue Mbang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved