Liput PRSU, Wartawan Dikeroyok Oknum Polisi
"Ternyata di dalam pos sudah ada empat orang yang diamankan. Mereka dipukuli. Agak berlebihan penanganannya, jadi semua orang merapat ke pos satpam,"
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Thamrin Samosir, wartawan media cetak terbitan Medan dikeroyok sejumlah oknum polisi ketika meliput acara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Minggu (5/4/2015) malam. Korban yang terluka di wajah dan tangan sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Medan.
Insiden ini terjadi sekira pukul 22.00 WIB saat korban melihat dua anggota Sabhara Polresta Medan mengamankan seorang pemuda ke pos satpam PRSU. Korban yang memang ditugasi meliput kegiatan di ajang tersebut langsung mendekat untuk mengetahui kondisi yang terjadi. Menurutnya tindakan polisi ketika itu berlebihan sehingga menarik perhatian pengunjung, dan dalam seketika pos satpam sudah dikerumuni massa.
"Ternyata di dalam pos sudah ada empat orang yang diamankan. Mereka dipukuli. Agak berlebihan penanganannya, jadi semua orang merapat ke pos satpam," kata Thamrin, Senin (6/4/2015).
Rupanya kehadiran warga membuat polisi tidak nyaman. Polisi pun membubarkan warga, termasuk korban. Korban yang berayahkan perwira polisi ini sudah memperkenalkan dirinya sebagai wartawan dengan menunjukkan kartu identitas.
Namun keberadaannya justru tidak dikehendaki sebagian polisi, sehingga dia langsung dipukuli sekira belasan polisi. "Waktu saya bilang wartawan, kerah baju saya ditarik. Terus saya dikeroyok lebih sepuluh polisi," tandasnya.
Kasus ini sudah dilaporkan korban ke nomor LP/807/IV/SPKT/2015/Resta Medan pada malam itu juga. Ia berharap polisi bertindak cepat karena penganiayaan ini tidak hanya menimbulkan luka fisik, tapi juga mental. Korban yang sempat ditahan di pos satpam mengaku dihina dan dilecehkan sebagai wartawan. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keroyok2_20150406_181853.jpg)