Operasi Cangkok Hati Daffa Akan Dilanjutkan
Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA), dr Fachrul Jamal Sp.AN, KIC,
* Seluruh Biaya Ditanggung Pemerintah Aceh
BANDA ACEH - Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA), dr Fachrul Jamal Sp.AN, KIC, mengatakan, tahapan pelaksanaan rencana operasi cangkok hati terhadap balita asal Meukek, Aceh Selatan, Daffa Delfira (1 tahun), akan segera dilanjutkan oleh pihak RSUCM Jakarta.
Menurut Fachrul Jamal, penanganan terhadap balita penderita atresia billier ini dilanjutkan setelah sang ibu menyatakankesediaanya untuk kembali mendonorkan sebagian hatinya kepada sang anak. “Tetapi sebelum operasi dilakukan, tim dokter akan memeriksa dulu apakah hati ibunya cocok atau tidak,” ujarnya.
Informasi tersebut disampaikan Fachrul Jamal menanggapi keluhan dan kekhawatiran keluarga Daffa Delfira yang disampaikan melalui rubrik ‘Droe ke Droe’ Serambi beberapa waktu lalu. Dalam suratnya, pihak keluarga menanyakan keseriusan Pemerintah Aceh.
Fachrul Jamal mengatakan, Gubernur Aceh sangat komit dan serius menangani pelaksanaan operasi cangkok hati Daffa Delfira. Seluruh biaya operasinya di RSCM Jakarta dikatakannya ditanggung oleh Pemerintah Aceh.
Dijelaskan, operasi cangkok hati yang sampai sekarang belum dilakukan bukan karena faktor kesengajaan atau kelalaian pihak rumah sakit RSCM Jakarta maupun RSUZA Banda Aceh, melainkan karena belum ditemukan organ hati yang sesuai untuk Daffa.
“Rencana awal akan ditranspalansi hati ayahnya. Tetapi setelah dilakukan penelitian secara medis, tidak cocok untuk bayi mungil tersebut. Setelah hati ayahnya tidak cocok, sekarang ini ibunya sudah mau,” ujar Jamal.”
Terkait masalah biaya, lanjut Fahcrul Jamal, Gubernur Aceh telah menyatakan kepada bahwa biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Aceh, dan ini telah dibuktikan saat Daffa masih dirawat di RSUZA. “Total biaya rawat inap Daffa selama hampir lima bulan di RSUZA mencapai Rp 74,6 juta. Dari total biaya tersebut, yang ditanggung BPJS Kesehatan Aceh cuma Rp 20,5 juta, selebihnya Rp 54,058 juta ditanggung Pemerintah Aceh melalui RSUZA,” ungkap Fahcrul Jamal.
Sampai kemarin, lanjut Fahcrul Jamal, Gubernur Aceh masih memberikan perhatian kepada bayi penderita atreasia billier itu. Ia mempertanyakan, sudah sampai dimana proses rencana pencangkokkan bayi Daffa Delfira.
“Pak Gubernur meminta kami memantau perkembangan kesehatannya. Pak Gubernur juga mengingatkan agar masalah penanganan penyakit Daffa Delfira itu harus benar-benar dituntaskan, jangan digantung-gantung,” ujar Fahcrul Jamal.
Bagi pihak keluarga yang ingin mengetahui perkembangan proses tahapan pengurusan rencana operasi bayi Daffa Delfira itu, Fahcrul Jamal mempersilakan untuk menghubungi Humas RSUZA, Rahmadi, melalui nomor 081360407087.(her)
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |