Senin, 11 Mei 2026

Maling Obrak-abrik Kantor di Pijay

Maling mengobrak-abrik dokumen dan bundel sejumlah surat di tiga Kantor Pemerintahan di Pidie Jaya (Pijay), yaitu Kantor

Tayang:
Editor: bakri

MEUREUDU - Maling mengobrak-abrik dokumen dan bundel sejumlah surat di tiga Kantor Pemerintahan di Pidie Jaya (Pijay), yaitu Kantor Pertanian dan Peternakan (Distannak), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), dan Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPKP) diperkirakan pada Selasa (28/4) dini hari. Dari tiga peristiwa ini, hanya sebuah alat penentuan titik koordinat yang dibawa kabur.

Informasi dihimpun Serambi kemarin, peristiwa di tiga kantor yang berderet di lintasan jalan nasional kawasan Simpang Tiga, Kecamatan Meureudu ini baru diketahui, Selasa (28/4) pagi saat para PNS masuk kerja. Sedangkan waktu tepatnya maling itu masuk, sama sekali tak ada yang tahu. Maling itu masuk setelah sebelumnya merusak pintu dan jendela jeruji besi dari bagian belakang kantor.

“Maling menerobos ke dalam kantor setelah merusak jendela belakang pada ruang Bidang Peternakan,” kata Sekretaris Distannak, Ir Muhammad Ali. Menurutnya, maling diperkirakan lebih dari dua orang ini selanjutnya masuk ke bagian lainnya, termasuk ke ruang Kadistannak. Di kantor tersebut, maling hanya membawa sebuah alat penentuan titik kordinat (JPS). “Sedangkan barang lainnya, seperti komputer dan laptop tidak diganggu,” ujar Muhammad Ali.

Sedangkan Kadishutbun, Ir H Said Hamid maling masuk ke kantor dipimpinnya melalui pintu belakang setelah dirusak bersama jendela, kemudian menerobos ke beberapa ruang lainnya termasuk juga kamar pimpinan, namun diakuinya tak ada satu pun barang yang hilang, kecuali beberapa bundel surat diutak atik.

Kantor Badan Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPKP) yang bersebelahan dengan Distannak juga tak luput dari incaran maling ini. Kepala BPKP, Ir Impiansyah MP maling masuk setelah merusak pintu dan jendela bagian belakang. Secara terpisah Sekdakab Pijay, Ir H Iskandar Ali MSi dan Kapolres Pidie melalui Kapolsek Meureudu, Ipda Agustiar membenarkan adanya kasus ini. Menurut Ipda Agustiar perkara ini sudah mereka tangani.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol, Jamian MPd selain menceritakan kasus itu, menurutnya sehari sebelumnya, Senin (27/4) dini hari, salah satu pangkalan gas di Gampong Beuringen, Kecamatan Meureudu juga dibongkar paksa kawanan maling yang belum diketahui. Sebanyak 40 tabung gas tiga kilogram hilang.

Sejumlah sumber Serambi, menyebutkan pelaku di pangkalan gas itu selain menggunakan mobil jenis Avanza, juga memakai senpi laras panjang serta senapan angin. “Namun tidak diketahui apakah itu senjata benaran atau mainan,” kata Kepala Kesbangpol Pijay. (ag/c43)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved