Panglima TNI Minta Kopassus Lebih Humanis
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko meminta seluruh personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk lebih humanis
JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko meminta seluruh personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk lebih humanis kepada rakyat dan menciptakan perdamaian.
“Prajurit TNI dilatih menjadi prajurit rakyat yang profesional. Karena itu, prajurit harus mampu melindungi rakyat Indonesia,” kata Panglima TNI dalam sambutan pada peringatan HUT Ke-63 Kopassus di Lapangan Upacara Makopassus, Cijantung 1, Jakarta Timur, Rabu kemarin.
Moeldoko meminta prajurit Kopassus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuannya sebagai satuan elite di TNI AD. Hal itu penting untuk mengantisipasi berbagai ancaman dari dalam negeri maupun internasional seperti kelompok radikal ISIS.
“Sebagai prajurit untuk terus mengembangkan kemampuan disipilin, loyalitas tinggi, karakter prajurit komando TNI, dan semuanya,” jelas Moeldoko.
Ia tambahkan, perubahan dunia sangat cepat, sehingga Kopassus juga dituntut cepat dalam membaca situasi. Perang, kata Moeldoko, bukan lagi terjadi antara negara, tapi kini telah berlangsung within society yang juga kecenderungan diprovokasi oleh pertentangan etnis dan ideologi radikal.
“Dalam konteks peran dan tugas inilah, Kopassus menjadi unsur utama strategi dari komando operasi TNI,” ucapnya.
Oleh karena itu, untuk pengembangan kemampuan dan optimalisasi operasionalisasi Kopassus dan pasukan khusus TNI lainnya, TNI akan membentuk Komando Operasi Pasukan Khusus TNI sebagai bagian dari optimalisasi interoperability TNI, sekaligus sebagai kekuatan standby force TNI dalam penanggulangan terorisme.
Peringatan HUT Kopassus itu dihadiri berbagai kalangan, mulai dari Wapres Jusuf Kalla, menteri kabinet kerja, purnawirawan Kopassus hingga tokoh mantan GAM maupun Organisasi Papua Merdeka.
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Kopassus tetap berjuang dalam menjaga keutuhan NKRI, meski ada keterbatasan peralatan dan prasarana maupun sarana.
Danjen Kopassus, Mayjen TNI Doni Monardo, mengatakan, peringatan HUT Ke-63 Korps Baret Merah itu untuk menjalin silaturahmi dengan sesama prajurit, para purnawirawan TNI dan tokoh masyarakat, di mana prajurit Kopassus pernah melakukan operasi militer. Itu sebab, HUT Kopassus kemarin dihadiri sejumlah mantan tokoh GAM dan OPM. (ant/tribunnews.com)