Senin, 11 Mei 2026

RTGS dan Kliring Bank Aceh Sudah Normal

Sistem RTGS (Real-Time Gross Settlement) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Bank Aceh, Rabu

Tayang:
Editor: bakri

BANDA ACEH - Sistem RTGS (Real-Time Gross Settlement) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Bank Aceh, Rabu (28/4) kemarin dipastikan sudah kembali normal. Layanan transfer antarbank tersebut sebelumnya sempat terputus sejak terbakarnya Gedung Kantor Pusat dan Kantor Operasional Bank Aceh, 22 April lalu.

Kepastian tersebut disampaikan Humas Bank Aceh, Amal Hasan, kepada Serambi, Rabu kemarin. “Hari ini RTGS dan SKNBI Bank Aceh telah normal kembali, dan petugas kita akan segera memverifikasi seluruh transaksi yang sempat tertunda sejak musibah kebakaran gedung kantor beberapa waktu lalu,” katanya.

Untuk kelancaran verifikasi tersebut, Bank Aceh dikatakannya telah menyiagakan tim operator IT dan personel dari kantor operasional. “Harapan kita, seluruh transaksi RTGS/SKNBI milik nasabah bisa tuntas ditangani sampai malam ini, dan InsyaAllah mulai besok (hari ini) seluruh aktivitas RTGS dan SKNBI akan berjalan seperti biasa,” imbuh Amal.

Mewakili manajemen Bank Aceh, Amal Hasan mengharapkan nasabah agar dapat bersabar dan tetap tenang. Bank Aceh dipastikan akan terus berusaha secara maksimal untuk bisa menyelesaikan seluruh transaksi RTGS/SKNBI yang tertunda dalam waktu yang secepat-cepatnya, dan diharapkan tidak terjadi lagi kendala apapun dalam proses penyelesaian masalah ini.

“Atas nama manajemen Bank Aceh, sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam melayani kebutuhan nasabah beberapa hari terakhir ini,” tambah Amal Hasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pascamusibah kebakaran Gedung Kantor Pusat dan Kantor Pusat Operasional Bank Aceh 22 April lalu, Bank Aceh tidak bisa melayani transfer antarbank, baik melalui RTGS maupun kliring.

Kondisi ini dikeluhkan banyak rekanan, karena penarikan dana operasional proyek yang berasal dari APBN tidak bisa dilakukan. Akibatnya, kegiatan di lapangan menjadi terganggu. Rekanan berharap agar pihak Bank Aceh bisa mencarikan solusi secepatnya untuk mengatasi hal itu.

Humas Bank Aceh, Amal Hasan, menjelaskan, sejak musibah kebakaran tersebut, tim IT Bank Aceh dibantu tim IT dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh telah berupaya keras memulihkan kembali operasional sistem RTGS dan SKNBI.

Namun karena perangkat terminal sistem RTGS dan SKNBI ikut terbakar, Bank Aceh terpaksa mendatangkan perangkat server pengganti dari Jakarta. Untuk itu sistem RTGS dan SKNBI perlu diinstalasi ulang dan harus dilakukan sinkronisasi konfigurasi sistem yang baru untuk bisa terakses kembali secara online ke data center Bank Indonesia di Jakarta.

“Alhamdulillah kita mendapat dukungan yang sangat baik dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Indonesia bahkan mengirimkan dua orang teknisi IT dari Jakarta yang khusus ditugaskan untuk penanganan dan normalisasi operasional Sistem RTGS dan SKNBI Bank Aceh,” ujar Amal Hasan.(yos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved