BEM Se-Sumatera Gelar Aksi di Aceh
Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari universitas se-Sumatera, menggelar demonstrasi di depan Masjid Raya
* Tuntut Jokowi-JK Sejahterakan Rakyat
BANDA ACEH - Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari universitas se-Sumatera, menggelar demonstrasi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (3/5) sore. Mereka menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan melaksanakan program-program yang pro rakyat.
Aksi para mahasiswa se-Sumatera, kemarin, merupakan rangkaian dari kegiatan Kongres Mahasiswa se-Sumatera yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (1/5) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Kongres atau rapat kerja BEM se-Sumatera itu mengangkat tema “Revolusi Sumatera Untuk Indonesia Baru”.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa permasalahan tentang pendidikan, ekonomi, sumber daya alam, hukum, serta kemaritiman Indonesia. Amatan Serambi, mahasiswa berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman sekira pukul 17.00 WIB dan langsung melakukan aksi di bawah pengawalan ketat pihak kepolisian.
“Kami bukan untuk eksis di media, kami bukan ingin terkenal, tapi kami di sini, hari ini, untuk menyuarakan perjuangan terhadap rakyat dan mengontrol pemerintah, agar rakyat Indonesia lebih sejahtera,” ujar salah satu orator aksi yang mengaku mahasiswa dari Riau.
Koordinator Aksi, Hasrizal kepada Serambi mengatakan, yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan hasil kongres mahasiswa se-Sumatera yang intinya untuk mengawal kinerja pemimpin Indonesia saat ini. Menurutnya, selama tiga hari, kongres mahasiswa telah merumuskan beberapa poin yang nantinya akan disampaikan langsung kepada pemerintah. (Lihat, hasil kongres BEM se-sumatera)
Selain itu, sambungnya, kongres itu sebagai bukti bahwa mahasiswa di Indonesia masih sangat peduli kepada pemerintahan saat ini. Menurutnya, keberadaan mahasiswa bisa menjadi fungsi kontrol pemerintah atau Presiden dalam memimpin Indonesia ke depan. Ia juga menyebutkan, hasil kongres mahasiswa itu juga sudah dideklarasi di Kilomenter Nol Sabang.
“Tadi (kemarin-red) pagi kita ke Sabang untuk mendeklarasi rumusan itu, dan kita langsung balik ke Banda Aceh dan melakukan aksi di sini,” sebutnya. Aksi yang berlangsung satu jam itu mendapat perhatian warga yang melintas di depan Masjid Raya. Aksi tersebut berjalan tertib, meski sempat menyebabkan lalu lintas terganggu.(sb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/puluhan-mahasiswa-yang-tergabung_20150504_081658.jpg)