Senin, 11 Mei 2026

Waspadai Ayam Potong Tercemar Salmonella

Masyarakat Aceh diminta mewaspadai daging ayam potong yang tercemar mikroba jenis Salmonella

Tayang:
Editor: bakri

* Termasuk yang Mengandung Formalin

BANDA ACEH - Masyarakat Aceh diminta mewaspadai daging ayam potong yang tercemar mikroba jenis Salmonella. Hasil pengujian pada tahun 2014 menunjukkan bahwa tingkat cemaran bakteri berbahaya penyebab diare tersebut masih sangat tinggi di Aceh. “Di Aceh, pencamaran Salmonella pada ayam masih tinggi. Harusnya bakteri tersebut tidak boleh ada,” ungkap Kepala Laboratorium Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Endang Ekawati, kepada Serambi usai memberikan paparan dalam pertemuan Evaluasi Program Monitoring-Surveilans Residu dan Cemaran Mikroba, yang berlangsung di Rumoh PMI, Banda Aceh, Rabu (20/5).

Untuk diketahui, Salmonella merupakan salah satu bakteri penyebab utama terjadinya gangguan pada saluran cerna, seperti diare, keram perut, dan demam. Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) mengestimasi, diare akibat Salmonella telah menyebabkan kematian 2,2 juta orang per tahun, dan 1,9 juta diantaranya adalalah anak-anak.

Endang menambahkan, tingginya cemaran Salmonella itu tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga secara nasional. Penyebab utamanya adalah penanganan pasca-penyembelihan yang tidak benar.

Selain cemaran bakteri Salmonella, hal lain yang perlu diwaspadai masyarakat Aceh adalah ayam potong yang mengandung formalin (dicelup ke dalam larutan formalin). Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, M Yunus, ketika ditanyai secara terpisah meyakini ayam berformalin tersebut ada dijual di pasaran Aceh. “Dugaan ayam potong mengandung formalin itu ada, cuma kami belum menemukannya,” kata Yunus.

Diakui, monitoring dan pengawasan terhadap ayam potong ini agak sedikit sulit dilakukan, karena pihak dinas tidak mungkin terus menerus turun ke lapangan. Selain itu, saat turun pun, pedagang umumnya telah melakukan persiapan. “Saat tim datang, ayam itu langsung dibuang,” imbuh M Yunus.

Acara Evaluasi Program Monitoring-Surveilans Residu dan Cemaran Mikroba kemarin dihadiri dari seluruh provinsi di Indonesia. Acara dibuka oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur, Mustafa. Turut hadir Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen, Drh Akhmad Junaidi MMA.

Untuk menghindari mengkonsumsi ayam potong yang tercemar Salmonella dan formalin, masyarakat diminta membeli ayam potong dalam kondisi masih hidup. Bukan ayam yang telah disembelih.

Kepala Laboratorium Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Endang Ekawati, menjelaskan, pencemaran bakteri Salmonella umumnya terjadi karena penanganan pasca-penyembelihan yang tidak benar.

“Menghindari pencemaran Salmonella, konsumen sebaiknya membeli ayam yang masih hidup. Setelah disembelih, langsung di bawa pulang,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, M Yunus. Dikatakannya, membeli ayam dalam kondisi masih hidup juga akan menghindari masyarakat mengkonsumsi ayam mengandung formalin. (yos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved