Senin, 11 Mei 2026

Kontak Tembak, Tiga Tewas

Tiga pria yang diduga kelompok Din Minimi (eks kombatan GAM yang masih angkat senjata) tewas dalam kontak tembak selama

Tayang:
Editor: bakri
Aparat Ditreskrim Polda Aceh bersama anggota Polres Pidie, Kamis (21/5) mengevakuasi jasad anggota kelompok Din Minimi, Yusliadi bin Rusli (27) alias Mae Pong yang tertembak dalam kontak tembak antara TNI/Polri dengan kelompok bersenjata tersebut, Rabu (20/5) pukul 23.30 WIB di Desa Bayu Gintong, Kecamatan Grong-Grong, Pidie. Dalam peristiwa itu tiga orang tewas. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

* TNI/Polri Vs Anggota Din Minimi di Pidie

SIGLI - Tiga pria yang diduga kelompok Din Minimi (eks kombatan GAM yang masih angkat senjata) tewas dalam kontak tembak selama sepuluh menit dengan 153 polisi dibantu TNI di kawasan Glee Bayu, Gampong Gintong, Kecamatan Grong-Grong, Pidie, Rabu (20/5) sekitar 23.30 WIB.

Polisi bersama TNI yang mendapat informasi tentang adanya pergerakan kelompok bersenjata api (bersenpi) di kawasan Grong-Grong, lebih dulu mengepung lokasi persembunyian kelompok yang jumlahnya sekitar 15 orang itu. Mereka bersembunyi satu kilometer jaraknya dari jalan nasional Banda Aceh-Medan atau sekitar enam kilometer dari Sigli, ibu kota Pidie. Lokasi kontak tembak itu merupakan kawasan rawa-rawa yang tidak padat rumah penduduk.

Kontak tembak terjadi dalam jarak sekitar lima meter. Pascakontak tembak, polisi bersama TNI melakukan penyisiran lokasi. Awalnya ditemukan jasad dua lelaki yang kemudian dikenali bernama Ibrahim Yusuf (42), warga Gampong Ceurih Blang Mee, Kecamatan Delima, Pidie, dan Subki (32), warga Dusun Pulo, Aceh Utara.

Ibrahim Yusuf yang memakai baju loreng tertembak di bagian muka. Subki yang mengenakan baju hitam, tertembak di bagian kepala. Ibrahim Yusuf tertembak di jidat, diperkirakan karena pada malam itu dia mengikatkan senter di kepala.

Sementara itu, jasad Yusliadi bin Rusli alias Mae Pong (27), warga Gampong Dusun Rimba Julok, Aceh Timur, ditemukan terpisah di kawasan Glee Bayu Gintong, pada Kamis (21/5) sekitar pukul 07.00 WIB.

Terpisahnya jarak antara mayat Mae Pong dengan dua mayat terdahulu, mengindikasikan begitu tertembak ia sempat dilarikan rekannya. Tapi kemudian ditinggalkan di rawa-rawa rumpun rumbia karena kehabisan darah. Mae Pong tertembak di dada dan di pangkal paha kanan, sehingga patah.

Saat terjadi kontak tembak, suasana Gampong Gintong di pinggir jalan Banda Aceh-Medan sangat mencekam. Warga yang sedang asyik menonton televisi di warung sontak berhamburan dan langsung mengurung diri di rumah.

“Suara tembakan terdengar membahana di belakang rumah saya. Kami sangat terkejut saat mendengar rentetan suara senjata api. Sebagian warga yang sedang ngopi di warung buru-buru pulang ke rumah,” kata Taufik (23), warga Gampong Gintong, kepada Serambi kemarin.

Ia jelaskan, setelah suara tembakan itu berhenti, Gampong Gintong benar-benar sunyi mencekam. Tak ada warga yang berani ke luar rumah lagi malam itu. “Paginya baru kami ketahui bahwa ada orang yang tertembak. Tapi kami tak kenal siapa mereka,” kata Taufik.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, dalam jumpa pers dengan wartawan di Polres Pidie kemarin mengatakan, kelompok Din Minimi sudah beberapa hari berada di Kabupaten Pidie. Persembunyian mereka berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Saat diketahui kelompok Din Minimi sekitar 15 orang bersembunyi di kawasan Gintong, polisi bersama TNI langsusng melakukan patroli gabungan di jalan maupun di lokasi yang dicurigai. Namun, saat dilakukan patroli, personel polisi dan TNI yang berjumlah 153 orang berpapasan dengan kelompok Din Minimi. Maka terjadilah kontak tembak selama sepuluh menit. “Dalam kontak tembak itu tiga anggota kelompok Din Minimi tewas,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, Ibrahim Yusuf yang tercatat sebagai warga Pidie bertugas sebagai penunjuk jalan. Dia ikut tertembak saat terjadi baku tembak. Yang bersangkutan telah membantu kelompok Din Minimi. “Sementara Subki dan Yusliadi Rusli merupakan DPO polisi yang telah lama diburu,” kata Husen Hamidi didampingi Kadiv Humas Polda Aceh, AKBP T Saladin dan Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH.

Dikatakan, pascabaku tembak, kelompok yang berhasil meloloskan diri langsung bergeser ke Gle Ceurih yang tembus ke Padang Tiji. Jarak Gle Ceurih dengan lokasi kontak tembak sekitar tiga kilometer.

Kelompok Din Minimi, menurut Kapolda Aceh, berjumlah 30 orang. Tapi hingga saat ini sudah 15 orang tertangkap, termasuk yang meninggal di Pidie kemarin.

Halaman 1/2
Tags
Din Minimi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved