Wisatawan Jepang Teliti Burung Gayo

Sebanyak tujuh wisatawan asal Jepang melakukan penelitian burung di Dataran Tinggi Gayo sambil berwisata alam

Wisatawan Jepang Teliti Burung Gayo
Pengamat burung dari Aceh Birder, Agus Nurza (kanan) mendampingi sejumlah wisatawan asal Jepang melakukan pengamatan beragam jenis burung di salah satu lokasi di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (15/8). SERAMBI/MAHYADI 

TAKENGON - Sebanyak tujuh wisatawan asal Jepang melakukan penelitian burung di Dataran Tinggi Gayo sambil berwisata alam. Para wisatawan ini, telah melakukan pengamatan burung di sejumlah lokasi di Kabupaten Aceh Tengah sejak dua hari terakhir ini.

Selama ini, para wisatawan yang berkunjung ke tanah Gayo, cenderung menikmati panorama alam, namun berbeda dengan tujuh turis asal Jepang ini. Kedatangan mereka hanya untuk mendengar, mengamati serta mengabadikan beragam jenis spesies burung yang ada di daerah penghasil kopi itu.

Pengamat burung dari Aceh Birder, Agus Nurza yang mendampingi wisatawan itu, kepada Serambi, Sabtu (15/8) mengatakan wisatawan itu khusus menikmati dan mengamati sejumlah spesies burung yang hidup di Dataran Tinggi Gayo. “Keberadaan beragam jenis burung di daerah kita ini, juga menjadi salah satu objek yang menarik para wisatawan,” kata Agus.

Menurut dia, pengenalan beragam spesies burung kepada para turis, menjadi bagian upaya konservasi kawasan hutan di Dataran Tinggi Gayo (DTG) melalui kegiatan wisata minat khusus yaitu pengamatan burung. “Untuk itu, perlu kirannya dijaga dan dilestarikan beberapa jenis spesies burung yang hanya ada di daerah ini, disamping alamnya juga harus terjaga dengan baik,” harapnya.

Dijelaskan, spesies burung di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, juga beragam. Diantaranya ada beberapa jenis burung endemik sumatera yang terdapat di Dataran Tinggi Gayo. Diperkirakan, ada sekitar 14 jenis burung endemi sumatera yang terlihat di Gayo. “Jenis burung tersebut, diantaranya puyuh gonggong biasa, tangkar uli sumatera, brencet dada karat, paok schneider’s, luntur gunung sumatera dan beberapa jenis lainnya,” tandasnya.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved