SerambiIndonesia/

Wahabi dan Syiah Diminta Hentikan Aktivitas

Ribuan para pencinta Ahlussunnah wa Jamaah (Aswaja) yang berhimpun di kompleks makan Syiah Kuala kemarin

Wahabi dan Syiah Diminta Hentikan Aktivitas
Ribuan santri dan ulama dayah Se-Aceh melakukan parade melintas di Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh, Kamis (9/10). Para santri dan ulama dayah Se-Aceh menolak paham Wahabi dan Syiah di Aceh serta mendesak Gubernur Aceh untuk melarang penyebaran paham tersebut. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Ribuan para pencinta Ahlussunnah wa Jamaah (Aswaja) yang berhimpun di kompleks makan Syiah Kuala kemarin, dalam pernyataan sikapnya, antara lain, mendesak Pemerintah Aceh untuk menghentikan seluruh aktivis Salafi, Wahabi, Syiah, dan aliran sesat lainnya di seluruh Aceh.

Memperhatikan maraknya aliran sesat dan pendangkalan akidah serta penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah di Aceh akhir-akhir ini, sehingga dikhawatirkan memicu konflik horizontal dan sektarian di Bumi Serambi Mekkah, maka kami masyarakat Aceh pecinta Ahlussunnah wal Jamaah menyatakan sikap sbb:

1) Meminta Pemerintah Aceh untuk mengatur seluruh tata cara pelaksanaan ibadah di Aceh, sesuai mazhab Syafi’i, sebagaimana yang pernah dilaksanakan Syekh Abdurrauf Al-Singkily (Tgk Syiah Kuala).

2) Meminta Pemerintah Aceh untuk menyerahkan posisi imam besar dan imam rawatib serta segala hal yang menyangkut dengan ibadah dan pengajian di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh kepada ulama Aceh yang bermazhab Syafi’i.

3) Meminta Pemerintah Aceh agar pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman dilaksanakan di bawah kontrol Wali Nanggroe Aceh.

4) Meminta Pemerintah Aceh menyerahkan muzakarah ulama

mengenai tata cara ibadah di Masjid Raya kepada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan menolak dilaksanakan oleh pihak lain.

5) Meminta Pemerintah Aceh mencabut izin operasional dan tidak memberikan izin pendirian sekolah serta lembaga pendidikan Islam lainnya di Aceh yang bertentangan dengan mazhab Syafi’i dan bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

6) Mendesak Pemerintah Aceh untuk menghentikan seluruh aktivis Salafi, Wahabi, Syiah, dan aliran sesat lainnya di seluruh Aceh.

7) Meminta Pemerintah Aceh agar setiap aktivitas keramaian dan kegiatan keagamaan wajib mendapatkan rekomendasi dari MPU Aceh.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help