Hasil Padi Abdya Lampaui Nasional
Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghasilkan 8,2 ton gabah kering panen (GKP) per hektare pada Masa Tanam (MT) Gadu 2015
* 8,2 Ton GKP/Hektare
* Keujruen Terbaik Dapat Tiket Umrah
BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghasilkan 8,2 ton gabah kering panen (GKP) per hektare pada Masa Tanam (MT) Gadu 2015. Hasil ini melampaui produksi rata-rata nasional 6 ton GKP per hektare.
Bupati Abdya Jufri Hasanuddin menyebutkan dari sampel yang diambil di sejumlah lokasi seluruh kecamatan, produksi padi berkisar antara 6,4 sampai 10,3 ton GKP per hektare. Sehingga menghasilkan rata-rata 8,2 ton GKP per hektare. “Hasil produksi gabah kering panen pada Masa Tanam (MT) Gadu 2015 ini meningkat dari produksi tahun 2014 lalu sebanyak 6,9 ton GKP per hektare,” kata bupati pada kegiatan panen raya Musim Tanam (MT) Gadu 2015 di Desa Lueng Tarok, Kecamatan Blangpidie, Kamis (10/9). Turut hadir pada kegiatan tersebut gubernur diwakili Asisten II Setda Aceh Azhari Hasan, Kepala Dinas Pertanian Aceh Lukman, Kepala Bappeda Aceh Abu Bakar Karim, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Iskandar dan Direktur Serelia Dirjen Tanaman Pangan M Nandang Sunandar serta sejumlah unsur Muspida.
Menurut bupati peningkatan produksi padi Abdya yang mencapai 8,2 ton per hektare tidak terlepas dari beberapa faktor. Di antaranya penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, pemakaian pupuk berimbang serta kerja sama dengan semua pihak, terutama jajaran TNI setempat.
Bupati menyebutkan berbagai upaya peningkatan hasil padi terus dilakukan. Misalkan dengan menjaga stabilitas dan meningkatkan pembangunan jaringan irigasi yang didukung dana dari APBN-P 2015 melalui skema dana alokasi khusus (DAK) Rp 15,3 miliar dan tugas perbantuan Rp 21,16 miliar. Selain itu, katanya, Dinas Pekerjaan Umum melalui APBN-P 2015 juga melaksanakan pembangunan jaringan irigasi dengan anggaran Rp 20 miliar. Ditambah lagi dukungan dana Otsus Rp 1,6 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi serta pengendalian banjir pada daerah tangkapan air dan badan sungai yang menyerap anggaran Rp 6,1 miliar.
Bupati mengatakan Pemkab Abdya juga memberi penghargaan berupa tiket ibadah umrah gratis kepada M Tasyim U (63), yaitu Hop Keujruen Kuala Batee, Desa Panto Cut, Kecamatan Kuala Batee sebagai keujruen berprestasi tahun ini. Acara penen raya diawali pembacaan panca ikrar oleh Ketua Kelompok Tani Ingin Sejahtera, Desa Geulumpang Payong, Blangpidie Farid Ikhsan, diikuti sejumlah petani.
Direktur Serelia Dirjen Tanaman Pangan Nandang Sunandar menyebutkan pihaknya memberi apresiasi atas keberhasilan Abdya meningkatkan produksi padi mencapai 8,2 ton per hektare yang jauh di atas produksi rata-rata nasional 6 ton GKP per hektare. Sementara itu Asisten II Setda Aceh Azhari Hasan meminta petani Abdya terus mengembangkan padi varietas lokal yang sangat terkenal, yaitu Padi Sigupai. Keberadaan Padi Sigupai di Abdya menjadi salah satu faktor pendorong Aceh menjadi tuan rumah kegiatan Pekan Nasional (Penas) 2017. (nun)