Advertorial

1.454 Fakir Miskin Kini Punya Rumah

PEMERINTAH Aceh telah menunjukkan komitmen dalam program pemberdayaan ekonomi umat

1.454 Fakir Miskin Kini Punya Rumah
PENYERAHAN secara simbolis rumah fakir miskin bantuan Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh Tahun 2014 

* Berdayakan Ekonomi Ummat dengan ZIS

PEMERINTAH Aceh telah menunjukkan komitmen dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu yang dilakukan adalah membangun tempat tinggal atau rumah layak huni bagi fakir dan miskin.

Hingga 2015, Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal sudah membangun 1.454 rumah bagi fakir dan miskin yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Program yang telah dilaksanakan Pemerintah Aceh ini sejalan dengan amanah Undang- Undang Dasar 1945 yangmewajibkan Negara untuk memelihara fakir miskin dan anakanak terlantar.

Hal itu juga merupakan perintah Agama, serta merupakan salah satu fokus program Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Rumah untuk 1.454 fakir dan miskin ini, dibangun dengan dana infak yang terkumpul dari seluruh masyarakat Aceh, melalui Baitul Mal Aceh. Pembangunan rumah fakir dan miskin itu dimulai sejak 2012 sebanyak 454 unit.

Pada tahun 2013, Baitul Mal menambah jumlahnya menjadi 1.000 unit.Pembangunan 1.000 rumah fakir dan miskin program 2013, tuntas dilaksanakan pertengahan 2014 lalu. Total dana untuk pembangunan 1.000 unit rumah tersebut mencapai Rp 57 miliar. Kini, seluruh rumah tersebut sudah ditempati. Program pembangunan rumah fakir dan miskin Baitul Mal Aceh ini bertujuan untuk efektifitas pendayagunaan infaq dan manfaat berkelanjutan bagi fakir dan miskin.

Selain itu juga merupakan salah satu solusi yang dilakukan PemerintahAceh, terhadap permasalahan kemiskinan di Aceh. “Alhamdulillah, program yang kami rencanakan berjalan baik. Banyak masyarakat fakir dan miskin di Aceh yang sekarang sudah memiliki rumah layak huni,” kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Rumah bantuan fakir dan miskin ini dialokasikan berdasarkan persentase penduduk miskin di setiap kabupaten/kota di Aceh, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Karena itu, kuotanya tidak sama antara satu daerah dengan daerah lain. Pemberianbantuan rumah ini dimulai dengan pendataan yang dilakukan oleh Baitul Mal kabupaten/ kota. Data itu kemudian diverifikasi kembali oleh Baitul Mal Aceh, untuk dicek kebenaran dan kesesuaian dengan kriteria yang ditetapkan.

Program unggulan
Selain membangun rumah untuk fakir dan miskin, Pemerintah Aceh melalui Baitul Maljuga memiliki sejumlah program unggulan dalam pengelolaan zakat. Misalnya, pendampingan syariah bagi para muallaf, dan pemberian beasiswa penuh untuk anak muallaf darikeluarga miskin di daerah rawan pendangkalan akidah.

Perhatian serius yang diberikan Pemerintah Aceh dalam hal ini punya alasan yang serius pula. Yaitu berkembangnya ajaran menyimpang di sejumlah daerah dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu pemerintah merasa perlu mendampingi para muallaf agar imannya semakin kuat. Termasuk memberikan zakat dalam bentuk beasiswa untuk anak muallaf dari keluarga miskin. “Dengan bantuan ini, anakanak muallaf ini bisa sekolah dan akan menjadi generasi yang mampu membentengi aqidah saudara-saudara mereka yang baru masuk Islam. Kita berharap mereka menjadi pembela agama dan kader-kader da’i di daerah mereka tinggal saat dewasa nanti,” harap Gubernur.

Pemerintah Aceh juga tak melupakan fakir-fakir uzur. Fakir uzur ini adalah masyarakat fakir yang tinggal di pelosokpelosok gampong. Ada di antaranya mereka yang tak lagi memiliki keluarga. Atau mereka punya keluarga, tapi tidak mampu. Kepada para fakir uzur ini, Pemerintah Aceh memberikan santunan seumur hidup, agar mereka bisa merasakan kebahagian dan ketentraman di masa tua. Sampai 2015, tercatat 1.561 fakir uzur yang mendapat santunan ini.

Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal juga sudah menyalurkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) produktif kepada 2.470 mustahik. ZIS produktif ini merupakan bentuk pendayagunaan ZIS dengan memberikan modal usaha kepada para mustahik. Program pemberdayaan ummat lainnya adalah, pelatihan life skill (pelatihan babysitter & anak berkebutuhan khusus, ketrampilan komputer, desain grafis, dan ketrampilan berkarakter bagi remaja dari keluarga miskin).

Program ini bertujuan agar remaja-remaja dari keluarga miskin memiliki skill, lalu bisa mencari pekerjaan sesuai skill yang telah dimiliki. Ada juga program bantuan peralatan kerja bagi keluarga miskin. Sementara untuk mendidik generasi Islam menjadi penghafal Kalamullah atau hafiz Alquran, Pemerintah juga menyediakan banyak dana dalam bentuk beasiswa. Misalnya, beasiswa penuh tahfiz Alquran 30 juz untuk anak miskin, dan beasiswa berkelanjutan tahfiz Alquran bagi mahasiswa. Ini adalah program zakat untuk pendidikan dalam rangka mencetak para cendekiawan muslim masa depan.(***)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved