Honorer K-2 Mengadu ke Ombudsman Aceh

Ombudsman bakal meminta laporan dari BKN, DPR RI dan Menpan terkait nasib guru honorer Aceh itu.

Honorer K-2 Mengadu ke Ombudsman Aceh
SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - Sebanyak 17 tenaga honorer k-2 yang tergabung dalam Forum Komunitas Honorer (FKH) K-2 Aceh mengadukan nasib mereka ke Ombudsman Aceh, Senin (14/9/2015), di Desa Lamgugob, Banda Aceh.

Honorer guru dari 11 kabupaten/kota itu meminta dukungan Ombudsman agar dapat memfasilitasi mereka.

Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin Husein kepada Serambinews.com mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu guru honorer itu dalam memperjuangkan haknya.

"Pusat mengacu pada PP no 56 tahun 2012, sdgkan mereka mengajar sudah dari 2005. Peraturan itu seharusnya diberlakukan mulai angkatan 2012, tak boleh diskriminasi," ujarnya.

Taqwaddin menambahkan, Ombudsman akan meminta laporan dari BKN, DPR RI dan Menpan terkait nasib guru honorer Aceh itu.

Ketujuh belas perwakilan yg hadir tersebut mewakili seluruh anggota honorer k-2 yang tergabung dalam forum. Sedikitnya ada 709 honorer k-2 yang tak kunjung mendapat SK karena mengajar di sekolah swasta.

PP NO 56 tahun 2012 menyatakan bahwa honorer k-2 disyaratkan bekerja di instansi pemerintah, bukan swasta. Atas alasan itu, para guru yang sudah mengajar hampir 10 tahun itu tak bisa diangkat.

Amatan Serambinews.com di lokasi, pertemuan antara perwakilan honorer K-2 dengan Ombudsman berlangsung tertib.(ed)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved