Wakaf Baitul Asyi

JCH 3 Kloter Terima Dana Baitul Asyi

Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 1, 2, dan 3 sudah menerima dana wakaf Baitul Asyi

BANDA ACEH - Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 1, 2, dan 3 sudah menerima dana wakaf Baitul Asyi (Rumah Aceh) masing-masing 1.200 rial atau sekitar Rp 4.560.000. Pengurus Baitul Asyi menyerahkan dana itu kepada JCH dari ketiga kloter itu mulai Sabtu hingga Senin (12-14 September 2015).

Petugas haji dari masing-masing kloter dalam laporan tertulisnya menyampaikan, pengambilan dana Baitul Asyi sudah selesai, berjalan lancar, tertib, dan tanpa satu jamaah pun yang tertinggal.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Drs H Herman MSc kepada Serambi, Senin (14/9) mengatakan dana Baitul Asyi yang diterima tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, 1.500 rial/jamaah.

Jumlah yang diberikan tahun ini sesuai dengan dana yang tersedia dan jumlah jamaah yang menerimanya. Baitul Asyi adalah rumah-rumah yang dibeli para saudagar Aceh berabad silam, lalu mereka wakafkan untuk ditempati jamaah haji asal Aceh saat berhaji.

Namun, Pemerintah Arab Saudi bersama perwakilan Pemerintah Aceh pada masa Abdullah Puteh memimpin Aceh, sepakat di lokasi Baitul Asyi itu dibangun hotel mewah. Jadi, JCH asal Aceh yang tidak menginap di hotel itu mendapatkan uang kompensasi, itulah yang dinamakan dana Baitul Asyi. Dengan demikian, JCH Indonesia lainnya di luar Aceh, tidak berhak atas uang tersebut.

Sementara kloter 4 dan 5, kata Herman, belum menerima dana Baitul Asyi dan akan menerimanya dalam waktu dekat, sebab kloter 4 yang berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (13/9) baru saja tiba di Mekkah dan melaksanakan umrah wajib. Sedangkan kloter 5 diperkirakan Senin (15/9) sore baru tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kemudian menuju Mekkah.

“Kondisi JCH Aceh yang sudah berada di Mekkah dalam keadaan sehat dan kegiatan yang dilakukan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram,” sebutnya yang menerima informasi dari petugas haji Aceh di Mekkah.

Koordinator Humas Pembantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (P3IH) Embarkasi Banda Aceh, H Akhyar MAg menambahkan JCH kloter 6 yang berasal dari Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya menuju ke Jeddah pagi ini, Selasa (15/9), take off pukul 8.55 WIB.

Jumlah JCH risiko tinggi (risti) dalam kloter ini, sebutnya, 289 dari 393 jamaah. Jenis sakit yang ditemukan seperti endokrin, sistem saraf, sirkulasi, pernapasan, pencernaan, otot, dan tulang.

Selain itu, jamaah termuda dari kloter yang akan menempati maktab nomor 54 wilayah Jarwal, Mekkah ini adalah Wahyuni Ananda binti Abdul Karim Latif (19) asal Gampong Jawa, Idi Rayeuk, Aceh Timur, dan tertua bernama Siah binti Somat Abdullah (92) asal Bunin, Lokop, Aceh Timur.

Akhyar juga menambahkan ada tiga JCH yang mutasi ke luar dari kloter 6, yaitu Sayed Khawalid bin Sayed Qasim Idris yang merupakan petugas Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) yang mutasi ke kloter 4, Rusniah Muhammad Jafar asal Aceh Timur yang tunda keberangkatannya karena sakit sebelum masuk Asrama Haji, dan Ramlah Satimin Karyo asal Aceh Tamiang yang sakit sesudah masuk Embarkasi Banda Aceh.

Selanjutnya ada tiga JCH yang mutasi masuk ke kloter tersebut, yaitu M Iqbal bin Abdul Jalil merupakan petugas TPHI dari kloter 1, dan sepasang suami istri dari kloter 9 asal Aceh Timur, Mislam Kromo Karso, dan Farinah binti Parijan Jokarto.

Kloter 6 dilepas oleh Asisten Keistimewaan Aceh Ekonomi dan Pembangunan Sekda Aceh Timur, Usman A Rahman SH SP, Senin (14/9) sore yang menyampaikan sepulang dari Tanah Suci dapat menjadi haji yang mabrur, ditandai dengan sikap kasar menjadi lemah lembut, kikir menjadi dermawan, dan keluarga yang belum islami menjadi islami.

JCH kloter 7 asal Bireuen, Aceh Utara, dan Pidie masuk ke Asrama Haji, Selasa (15/9) pukul 8.00 WIB, dan take off Rabu (16/9) pukul 4.50 WIB. (una)

Tags
Haji
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved