SerambiIndonesia/

Mualem Teken Tuntutan Aswaja

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, akbar disapa Mualem, Kamis (1/10) kemarin meneken tuntutan dan pernyataan sikap

Mualem Teken Tuntutan Aswaja
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf diangkat menuju panggung utama oleh massa Aswaja usai menandatangani surat pernyataan tuntutan masyarakat Aceh pecinta Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Kompleks Makam Syeikh Abdurrauf As-Singkily, Gampong Deah Raya, Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (1/10). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, akbar disapa Mualem, Kamis (1/10) kemarin meneken tuntutan dan pernyataan sikap berisi 12 butir yang diajukan massa yang menamakan dirinya pencinta Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Penandatangan iu dilakukan Mualem di kompleks makam Syekh Abdurrauf As-Singkily (Syiah Kuala) di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

( VIDEO : Mualem Teken Pernyataan Aswaja )

Dalam tuntutan sikap masyarakat Aceh pencinta Aswaja itu juga ada tanda tangan 13 pihak yang menyatakan sikap lengkap dengan membawa cap stempel. Kemudian di bawahnya tertulis, diterima dan disetujui Plt Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan Ketua DPR Aceh Muharuddin. Tapi hanya Mualem yang menandatangani, tanpa distempel. Sedangkan di kolom nama Muharuddin masih kosong tanpa ada tanda tangan karena Muharuddin tak hadir.

Prosesi hingga sampai ke penandatangan tuntutan tersebut sangat dramatis. Hanya 13 ulama dan pimpinan ormas yang dipanggil untuk masuk ke kompleks makam. Sedangkan peserta lain tetap di panggung memimpin massa melalui selawat.

Sesampai di kompleks makam, peserta duduk sebentar dan bertawasul (hening cipta) sambil menyampaikan pahala bacaan Surah Al-Fatihah untuk Tgk Syiah Kuala. Tawasul dipimpin Tgk Mukhtar Luthfi atau Abon Seulimeum.

Kemudian Mualem duduk dengan Abon Seulimeum di sebelah kanan, sedangkan Abu Hanafi dari Matangkeh/Abu Di Matangkuli di sebelah kiri. Di hadapan Mualem duduk melingkar para ulama lainnya. Tu Bulqaini mengeluarkan surat pernyataan tuntutan Aswaja dan menyerahkan kepada Mualem. Terlihat Mualem membaca isi 12 tuntutan itu secara berulang. Terkesan Mualem agak berat untuk menandatanganinya. “Meunyoe lon teken akan roeh darah ukeu (Kalau saya teken akan tumpah darah ke depan),” kata Mualem.

Ucapan itu membuat suasana tegang. Apalagi, Mualem berkeringat menghadapi situasi tersebut. Tapi Bulqaini meyakinkan Mualem untuk menandatangani saja daftar tuntutan tersebut. “Ta serahkan keu Allah, Mualem. Masyarakat Aceh mandum di likot droneuh (Kita serahkan kepada Allah, Mualem. Masyarakat Aceh semua di belakang Mualem),” kata Tu Bulqaini menyakinkan.

Bahkan 13 ulama dan pimpinan ormas yang hadir turut memberi semangat kepada Mualem untuk meneken naskah tersebut. Setelah mendapat motivasi dari para ulama, Mualem masih membaca isi pernyataan itu. Akhirnya Mualem yang duduk, seperti posisi orang sedang duduk tahiyat awal dalam shalat, segera membungkukkan tubuhnya untuk menandangatani surat pernyataan itu.

Seusai ditandatangani, para ulama memeluk Mualem. Suasana haru membuat air mata menetes. “Semua menangis, saya juga ikut menangis karena sangat terharu,” ujar Koordinator Lapangan, Tgk Yusuf Al-Qardhawy menceritakan peristiwa itu kepada Serambi kemarin.

Setelah lebih kurang 13 menit membutuhkan waktu di dalam makam, 13 ulama dan pimpinan ormas kembali menuju panggung utama. Terlihat semuanya girang, termasuk Mualem dan jamaah di luar yang sudah mengetahui penekenan tersebut. Bahkan sebelum tiba di panggung beberapa langkah lagi, ada jamaah yang mengangkat Mualem dan membawanya hingga ke tangga untuk naik ke panggung. Di belakang panggung terpampang tulisan dengan huruf kapital ‘Wahabi Takfiri, Syi’ah, dan komunis adalah musuh umat Islam Aceh’.

Halaman
12
Tags
Aswaja
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help