SerambiIndonesia/

Hobi Belanja? Cek Apakah Anda Sudah Kecanduan!

Menurut penelitian, wanita memang lebih rentan mengalami kecanduan belanja.

Hobi Belanja? Cek Apakah Anda Sudah Kecanduan!
Shutterstock
ILUSTRASI 

SERAMBINEWS.COM - Wanita dan belanja adalah dua hal yang sepertinya sulit dipisahkan. Tetapi, ada perilaku belanja tertentu yang bisa digolongkan dalam taraf kecanduan.

Di era teknologi seperti sekarang ini, kita pun bisa belanja apa saja, kapan saja. Untuk berbelanja, kita tak perlu keluar dari rumah, tinggal buka layar komputer atau ponsel, berbagai barang pun bisa didapatkan. Pengeluaran pun makin jadi sulit dikontrol.

Menurut penelitian, wanita memang lebih rentan mengalami kecanduan belanja. Perilaku ini bisanya dimulai saat memasuki usia remaja dan akan berkurang saat seseorang lanjut usia.

Faktor kepribadian juga berpengaruh. Orang yang sering cemas, depresi, dan memiliki kepercayaan diri rendah, cenderung rentan kecanduan belanja. Demikian juga orang yang termasuk ekstrovert.

Untuk mengetahui apakah hobi kita membeli barang-barang sudah masuk dalam taraf kecanduan, ketahui dengan menjawab kuesioner “The Bergen Shopping Addiction Scale”.

Kuesioner tersebut menggunakan 7 pernyataan dengan kriteria yang berbeda untuk menentukan dan mengukur seberapa parah sifat “gila belanja” seseorang. Jawab pernyataan dibawah ini dengan “sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat tidak setuju”.

1. Anda terus memikirkan membeli suatu barang tertentu.
2. Belanja merupakan cara untuk memperbaiki mood Anda.
3. Anda berbelanja terlalu banyak sehingga berdampak negatif pada kewajiban harian, seperti sekolah atau bekerja.
4. Anda harus berbelanja untuk merasakan kepuasan seperti sebelumnya.
5. Anda berniat untuk mengurangi hobi belanja, namun tak bisa.
6. Anda akan kecewa jika ada yang menghalangi Anda untuk berbelanja.
7. Anda membeli sesuatu sampai mengganggu kesejahteraan Anda.

Jika Anda menjawab “setuju” atau “sangat setuju” dari 4 pernyataan tersebut, itu menandakan bahwa Anda termasuk gila belanja.

Sampai saat ini belum ada cara yang efektif untuk mengurangi kecanduan tersebut, namun Anda bisa melakukan konseling keuangan, terapi individu dan kelompok, dan berbagai terapi yang direkomendasikan oleh ahlinya.

Berikut tips yang bisa Anda coba:
1. Ambil keputusan untuk mengubah perilaku.
2. Waspadai dan jauhilah hal-hal yang menggoda Anda untuk berbelanja.
3. Batasi penggunaan kartu kredit dan sebisa mungkin gunakan uang tunai.
4. Buatlah daftar belanja dan patuhi.
5. Luangkan waktu untuk relaksasi untuk mengatasi perasaan tidak nyaman.
6. Buatlah aturan untuk menunggu setidaknya 24 jam untuk berbelanja.

Jika langkah-langkah tersebut tidak berhasil, disarankan untuk mencari bantuan profesional untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

Tags
perempuan
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help