Puisi

Sebab Aku Menyebutnya Rumah

Aku memang tak banyak mengenal musim-musim yang kita rawat rapat di berbagai tempat,

Karya Nurul Qamar

Aku memang tak banyak mengenal musim-musim
yang kita rawat rapat di berbagai tempat,
yang sesekali hangat, atau lebih kecut dari
wajah-wajah yang ditekuk

Sebab di kotaku, ini adalah semi dengan sungai
dan burung-burung yang menantang angin,
bukit, dan tanah-tanah yang memeluk hangat

Lalu akan seperti apa wajah kita?
Bukankah kita akan menjadi rupa-rupa?
Menjadi hujan, badai, lalu berulangkali membelah diri
menjadi puisi
Dan setelah semuanya, aku akan menyebutnya rumah
berundak dengan enam pintu dan enam atap, yang
di tiap atap kita akan menemukan segala hal
yang dikirim entah
sebuah perapian, kayu-kayu bakar, dan
sesuatu lain yang kita sebut teman

Lalu pada enam pintu kita akan menemukan
jalan pulang
bila sesekali sepi berkhianat lalu terperangkap
atau hawa menjadi lembab tanpa sebab

Bilik Reot II

Sebab jauh sebelum apa pun,
aku telah menamaimu sebagai lembah
tempat musim-musim bermukim
Sebuah rumah dengan pintu-pintu yang ramah
beberapa orang mungkin mengarak hujan,
memanggulnya bergiliran
lalu jatuh membentur pelataraan
Beberapa lagi menggusur kemarau,
menjadi gersang bahkan selepas petang
Tapi kita adalah tubuh, kita adalah utuh
sampai jauh, sampai peluh lebur seluruh
Aku Setelah Lama Diam

Aku telah lama menjadi sampan di tepian,
membaca wajah-wajah kusut bernama kesepian,
di dalamnya kemudi tak pernah mengenaltuan,
atau rasi bintang penunjuk jalan ketika petang pulang,
musim panas dan dingin bertemu, menjadi satu
tak ada yang benar-benar hidup dari
seseorang bermata telanjang.

Ini adalah laut tanpa mangrove
hanya sekedar debur, dan debar yang
kehilangan kabar
kemudian aku sudah tak kerasan
semalaman hujan turun
angin begitu ribut berebut menjadi yang
tercepat mengundang kabut
nyiur dan karang-karang basah, juga
kenangan yang pandai mencari celah

* Alumnus Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Menetap di Kuta Lawah, Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved