Ditangkap di Perairan Pereulak

KAPAL pukat (trawl) berbendera Malaysia ini ditangkap petugas Polair Mabes Polri bersama Polair Polres Langsa

KAPAL pukat (trawl) berbendera Malaysia ini ditangkap petugas Polair Mabes Polri bersama Polair Polres Langsa, pada Rabu (25/3/1015) sore, saat mencari ikan tanpa izin, bersama lima ABK di perairan Peureulak, Aceh Timur.

Dari lima nelayan asing di kapal itu, dua orang merupakan warga negara Thailand, dan tiga dari Myanmar. Di dalam kapal itu ditemukan 10 Kg ikan dan cumi-cumi. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit KM bernomor KHF 1780, yang kini disandar di Mako Polair Polres Langsa, di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi didampingi Kapolres AKBP Sunarya, saat menggelar konferensi pers di Hotel Kartika, menjelaskan bahwa awalnya, Satpol Air Polres Langsa mendapat informasi dari masyarakat, adanya kapal ikan asing yang mencuri ikan di wilayah perairan Peureulak.

Polair Polres Langsa selanjutnya berkoordinasi dengan Polair Mabes Polri yang berada di Pelabuhan Kuala Langsa. Selanjutnya, pukul 17.00 WIB hari itu, tim gabungan dipimpin Kapten KM Jaitun Polair Mabes Polri, Iptu Andi Kusuma Wijaya, melakukan pengejaran.

Pukul 00.00 WIB Kamis dini hari, kapal ikan nelayan asing itu berhasil dihentikan di perairan Peureulak, selanjutnya digiring ke Pelabuhan Kuala Langsa.

Saat diperiksa, kapal nelayan asing itu tidak dilengkapi dokumen kapal yang sah atau SIPI. Kelima awak kapal juga tidak meiliki paspor Indonesia, dan bersama mereka ditemukan 10 Kg ikan dan cumi hasil pencurian di perairan Indonesia.

Nahkoda kapal nelayan itu, An Esa dan Mr Ode, warga negara Thailand. Sedangkan tiga lainnya berstatus ABK, bernama Soe, Kyaw, Nay, warga negara Myanmar.(zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved