Kongres Kesenian Indonesia Diikuti 700 Seniman

KKI pertama sekali diselenggarakan 1995, dilanjutkan KKI II pada 2005, dan KKI III 2015.

Kongres Kesenian Indonesia Diikuti 700 Seniman
IST
Logo Kongres Kesenian Indonesia 2015 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Direktorat Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  kembali menyelenggarakan Kongres Kesenian Indonesia (KKI) ke III, 1-5 Desember 2015 di Bandung.

Kongres akan dihadiri 700 peserta dari seluruh Indonesia.

Direktur Direktorat Kesenian  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr Endang Caturwati SST MS, mengatakan hal itu di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

KKI pertama sekali diselenggarakan 1995, dilanjutkan KKI II pada 2005,  dan KKI III 2015.

"Penyelenggaraan  kali ini bertemakan “Kesenian dan Negara dalam Arus Perubahan," kata Endang Caturwati yang didampingi sejumlah panitia pengarah.

Penyelenggaraan KKI menghabiskan dana Rp 8 miliar. Panitia Pengarah terdiri  dari kalangan seniman, Dr Benny Yohannes T SSen MHum (aktor teater, kritikus dan dosen ISBI),  Arie F Batubara (penulis) Irawan Karseno (Ketua Dewan Kesenian Jakarta).

Kemudian, Adi Wicaksono (penyair, kritikus), Prof Dr Edy Sedyawati (penari, kritikus), Mohammad Abduh, SS (Ketua Koalisi Seni Indonesia, Ari Sutedja BA MM (seniman aktivis, seni), Gustaff Hariman Iskandar, S.Sn (aktivis kesenian dan Al Azhar (aktivis kesenian).

"Pemerintah hanya menjadi fasilitator, yang merancang program dan kegiatan kongres adalah para seniman sendiri," kata Arie F Batubara.

Arie mengatakan proses rekrutmen peserta kongres dilakukan sangat selektif. "Artinya perserta yang hadir adalah mereka-mereka yang terkait langsung dengan kesenian," ujar Arie Batubara.

Selain seniman, panitia juga mengundang peserta dari lintas profesi, termasuk polisi, jaksa, anggota dewan perwakilan rakyat.

"Tapi mereka semua terkait dengan pembangunan kesenian," tambah Arie Batubara.

Mohammad Abduh menambahkan, KKI kali ini sangat startegis di tengah arus perubahan masyarakat.

"Banyak hal yang berubah dalam masyarakat kita. Media kesenian sudah bergerak begitu jauh, berbeda dengan  ketika penyelenggaraan KKI sebelumnya," kata Abduh. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved