Tiga Honorer K1 tak Dapat SK PNS

Tiga tenaga honorer K1 (katagori satu) yang telah lulus seleksi CPNS di lingkungan Kantor Kementrian Agama

* Ada Kesalahan Penempatan Tugas

SIGLI - Tiga tenaga honorer K1 (katagori satu) yang telah lulus seleksi CPNS di lingkungan Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Pidie, tidak menerima SK pengangkatan PNS. Akibat adanya beberapa kesalahan adminstrasi. Hal ini diketahui Senin (?9/11), saat penyerahan SK PNS secara simbolis oleh Kepala Kakemenag Pidie, Drs HM Jafar M Nur.

“Dari 31 tenaga honorer K1, hanya 28 orang yang menerima SK pengangkatan sebagai guru PNS di lingkungan Kankemenag Pidie. Sementara, tiga orang lagi belum bisa diserahkan SK-nya, karena adanya kesalahan administrasi,” kata HM Jafar M Nur, kemarin.

Kesalahan administrasi dimaksud, yaitu kesalahan penulisan pada SK terkait penempatan tugas sebagai guru madrasah, yang dialami dua orang CPNS. “Untuk dua orang ini, SK-nya baru bisa diserahkan sekitar akhir bulan November ini,” janjinya.

Sedangkan satu orang lagi, SK-nya tidak keluar karena tidak bahan persyaratan yang diserahkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak lengkap. Di antaranya, dokumen SK honor selama mengabdi, stempel pada SK honor tidak jelas, serta ijazah semua jenjang pendidikan yang diakui tercecer. “Untuk CPNS ini, kami belum tahu hasil keputusan BKN, apakah SK-nya akan diserahkan atau tidak,” jelasnya.

M Jafar juga menekankan, bahwa momentum seperti ini sering dimanfaatkan para calo untuk menipu para CPNS, dengan alasan telah berhasil mengurus SK mereka. “Untuk itu, jangan percaya pada calo. Pengangkatan tenaga honor K1 ini bukan karena agen, melainkan pengurusan yang sesuai prosedur,” katanya mengingatkan.

Kepala Kakemenag Pidie, M Jafar M Nur, dalam kesempatan yang sama juga mengungkapkan, bahwa proses pengangkatan tenaga honorer Kategori 2 (K2) yang juga ditunggu oleh 99 orang yang telah lulus administrasi, sampai kini belum jelas.

Berkas milik 99 honorer K2 ini sudah diserahkan kepada BKN Pusat pada Juli 2014. Namun, beberapa berkas tersebut mengalami kekurangan bahan. Antara lain, surat pertanggungjawaban mutlak yang ditandatangani Sekjen Kementerian Agama, Kanwil Kemenag Aceh, dan Kankemenag Pidie. Kemudian terkait ada ijazah yang diakui tercecer, serta stempel pada SK honor yang di-copy sehingga diragukan keasliannya oleh BKN.

“Berkas yang mengalami kekurangan itu telah kami lengkapi kembali. Tapi sampai saat ini, kami belum tahu kelanjutan atau keputusan BKN terhadap usul pengangkatan honorer K2 ini,” kata M Jafar.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved