Guru SMK Penerbangan Mengaku Kecewa pada Kepsek

Sebanyak 13 guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Penerbangan Aceh menyatakan

BANDA ACEH - Sebanyak 13 guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Penerbangan Aceh menyatakan sangat kecewa terhadap kepala sekolah itu. Menurut guru, kepala SMKN Penerbangan, Ferynaldy MPd sangat arogan.

Pernyataan itu disampaikan tujuh guru SMKN Penerbangan yang mewakili guru-guru lainnya, yaitu Zaitun Nurnalisa, Saifullah, Yusmiwati, Arhamni, Elfia, Mutiasari, dan Susianti kepada Serambi Sabtu (14/11). “Selama menjabat sebagai kepsek, Pak Ferynaldy bersikap arogan, tak bekerja sesuai tupoksi, tak menerima masukan ide dari kami, bahkan pernah mengancam para guru,” ujar Arhamni dibenarkan 6 guru lainnya. Saifullah guru lainnya menambahka, Ferynaldy bersama ketua komite sekolah terkesan kompak menebar teror kepada para guru di sekolah itu. Katanya, kekuatan di luar sekolah itu seperti terus memantau guru-guru yang tidak sepaham dengan pak kepsek.

Para guru juga menyayangkan prestasi sekolah tersebut yang buruk, padahal SMKN Penerbangan Aceh berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh, sama seperti SMAN Modal Bangsa. Guru juga menyatakan tentang kekecewaan yang dirasakan para guru senior di sekolah itu juga dirasakan dirasakan oleh guru baru, namun mereka tidak berani bersikap. “Saya sering mendengar keluhan para guru baru, SMKN Penerbangan yang seharusnya banyak praktek, tapi tak punya alat dan anak-anak sering mengeluh juga,” tegas guru-guru itu.

Disebutkan, untuk menyelesaikan persoalan itu guru-guru SMKN Penerbangan itu sejak tahun 2014 sudah melakukan audiensi ke Kabid Dikmen Disdik Aceh, Korwas, Ombudsman bahkan ke Kobar GB, tetap tak ada solusi. “Sudah tujuh kali kita mengadu ke pihak berwenang, tapi persoalan itu didiamkam saja, kami benar-benar heran,” tandasnya.

Karena itu, guru-guru tersebut mengharapkan agar instansi terkait segera menyelesaikan persoalan itu dengan mengganti kepala sekolah. Sebab, jika hal tersebut tak dilakukan, maka akan berdampak semakin memburuknya mutu sekolah dan terganggunya proses belajar mengajar. Bahkan guru-guru mengaku akan melakukan mogok mengajar, karena kecewa terhadap sikap pimpinan sekolah, dan juga bentuk protes terhadap pemanggilan 6 rekan mereka pada Senin (16/11) sore oleh Dinas Pendidikan Aceh yang belum diketahui apa penyebabnya.

Sementara itu, Kepala SMKN Penerbangan Aceh, Ferynaldy MPd yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (15/11) sore mengatakan, dia teraniaya akibat fitnah yang ditebarkan oleh 6 guru yang dinilai sebagai provokator. “Demi Allah saya sudah bekerja untuk sekolah ini semampu saya. Saya teraniaya akibat ulah 6 guru yang mempengaruhi guru lainnya,” ujar Ferynaldy dalam perjalanan pulang dari acara Pramuka di Kendari.

Menurutnya, keenam guru yang bermasalah itu sudah mendapat surat panggilan dari Dinas Pendidikan Aceh. “Setahu saya 6 orang akan menghadap Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Aceh, tapi saya tak tahu pemanggilan itu terkait apa,” katanya. Tapi yang jelas kata Ferynaldy, keenam orang tersebut selama ini telah melupakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai guru.

“RPP saja mereka tak buat, belum lagi soal motivasi mencari tugas di luar sekolah. Ketika saya tegur mereka marah,” imbuhnya.

Dia menyayangkan bahwa SMKN Penerbangan yang saat ini sudah mulai berprestasi, dirusak oleh beberapa oknum guru yang menebar fitnah ke luar. “Banyak lulusan yang telah diterima bekerja di Lion Air, Citylink, prestasi Pramuka kami juga bagus. Tapi para guru ini tega-teganya menghancurkan lembaganya sendiri,” tandasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help