Gubernur Kembali Rombak Kabinet
Menjelang pelaksanaan APBA-P 2015 dan pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA)
BANDA ACEH - Menjelang pelaksanaan APBA-P 2015 dan pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2016, Gubernur Zaini Abdullah melakukan perombakan kabinet besar-besaran dengan sasaran 26 Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA). Pelantikan pejabat baru dilakukan oleh Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, Senin (16/11) sore di Gedung Serbaguna Setda Aceh.
Mutasi yang dilaksanakan Gubernur Aceh kali ini merupakan yang ketujuh kalinya sejak memimpin Aceh pada 2012. Sebelum prosesi pelantikan 26 pejabat eselon II di jajaran Pemerintah Aceh, kemarin, ternyata ada satu orang, yaitu Ir Iskandar MSc yang akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Bapedalda Aceh ternyata tidak hadir. Iskandar sebelumnya sebagai Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh. Posisinya sejak kemarin digantikan oleh Anwar Muhammad yang sebelumnya Kepala Bapedalda Aceh.
Iskandar MSc yang dikonfirmasi Serambi, Senin (16/11) malam menegaskan, ketidakhadirannya bukan berarti menolak jabatan baru yang dipercayakan gubernur.
Menurut Iskandar, pada Senin (16/11), pukul 09.00 WIB, dia menghadap Gubernur Zaini Abdullah dan Sekda Dermawan di pendopo, minta izin ikut pertemuan bisnis kopi dengan pedagang kopi dari Eropa, yang dilaksanakan Senin malam di Takengon, Aceh Tengah. “Waktu itu belum ada ada isyarat apapun dari Pak Gubernur maupun Pak Sekda kalau dirinya masuk dalam rombongan 26 pejabat eselon II yang akan diganti. “Saya baru tahu ada mutasi pada pukul 15.30 WIB setelah menerima pemberitahuan sms dari BKPP. Waktu itu saya sudah di Takengon. Tidak terkejar lagi kalaupun kembali,” kata Iskandar. “Ya, beliau (Iskandar) sudah minta izin ke Pak Gubernur dan Pak Sekda,” ujar Zulkarnain. (Nama-nama pejabat baru yang dilantik, lihat infografis).
Sekda Aceh, Dermawan mengatakan, Gubernur Zaini Abdullah tidak langsung melantik 26 pejabat eselon II yang sudah di-SK-kannya karena pada pukul 15.45 WIB Gubernur Aceh terbang ke Jakarta menghadiri Seminar Internasional Pengelolaan Sumber Daya Alam.
“Karenanya Pak Gubernur melimpahkan kepada saya untuk melantik 26 pejabat eselon II tersebut. Pak Gubernur juga meminta saya membacakan amanat tertulis beliau,” kata Dermawan. Sedangkan terkait Ir Iskandar MSc, menurut Sekda Aceh bukan menolak jabatan tetapi sudah duluan berangkat ke Takengon dan sudah ada izin.
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam amanat tertulisnya mengamanahkan tujuh pesan kepada pejabat eselon II di jajarannya. Pertama, menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, dan komitmen terhadap tugas dan tanggungjawab. Kedua, memberikan pengertian, motivasi, dan keteladanan tentang pentingnya disiplin kerja kepada seluruh staf. Ketiga, dalam melaksanakan tugas, sebaiknya melakukan identifikasi masalah dan mengembangkan alternatif pemecahan berdasarkan asumsi-asumsi yang obyektif, logis, dan realistis. Keempat, menciptakan dan mendorong terjadinya interaksi dan kerja sama yang kondusif. Kelima, melakukan mobilisasi staf dalam menjalankan tugas dengan menggunakan logika dan gaya interpersonal sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Amanah keenam, selalu konsisten dalam menunjukkan perilaku seorang pemimpin yang beretika dan berakhlak mulia. Sedangkan yang ketujuh, menjaga netralitas PNS demi terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Gubernur juga mengingatkan kepada pejabat eselon II yang dilantik, bahwa dalam enam bulan sekali akan dilakukan evaluasi. Jika dalam enam bulan itu tidak ada perkembangan positif dalam memimpin, maka pejabat tersebut bisa diganti.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mutasi_20151117_150447.jpg)