Senin, 11 Mei 2026

Ucapan Bodoh dan Abal-abal pun Muncul dalam Sidang DPRK Singkil

Gara-gara kata bodoh itulah nyaris terjadi perkelahian antara Sunarso dengan sesama anggota dewan yang mengucapkannya.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kata-kata berkonotasi negatif muncul dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Selasa (17/11/2015).

Setidaknya ada dua ucapan negatif keluar dari mulut wakil rakyat yang terhormat, yaitu bodoh dan abal-abal.

Ucapan bodoh disampaikan anggota DPRK Aceh Singkil, Azmi, ketika terjadi perdebatan sengit antara pimpimpin sidang Sunarso dengan anggota dewan. (BACA: Pimpinan dan Anggota DPRK Aceh Singkil Nyaris Berkelahi)

Tepatnya saat Mairaya anggota dewan dari PKPI mempertanyakan arti kolektif kolegial yang diucapkan Sunarso, namun jawabanya dinilai tidak tepat.

Sunarso menyampaikan keputusan di dewan kolektif kolegial, menguatkan argumennya bahwa Fraksi Demokrat masih tetap eksis di DPRK.

Sementara koleganya menyatakan sudah bubar dalam paripurna 30 Oktober lalu.

Menurut Sunarso, sidang itu tidak dihadiri seluruh pimpinan dewan. Padahal dewan menganut sistem kolektif kolegial dalam mengambil keputusan.

Gara-gara kata bodoh itulah nyaris terjadi perkelahian antara Sunarso dengan sesama dengan anggota dewan yang mengucapkannya.

Sedangkan abal-abal disampaikan Frida Siska Sihombing, anggota dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kalimat abal-abal ditujukan Siska, terhadap pelaksanaan sidang paripurna dengan agenda pembacaan surat masuk dari partai politik.

Alasan Siska, sidang menjadi abal-abal lantara surat yang dibacakan tidak terlebih dahulu ditelaah. Kemudian tanggal surat masuk direkayasa.

Salah satunya surat dari Gerindra tertulis 30 Oktober, bertepatan dengan paripurna pembubaran Fraksi Demokrat dan pembentukan Fraksi Sepekat.

"Waktu itu saya tanya kepada Sekwan, adalagi surat masuk dijawab tidak ada. Ini rapat abal-abal, kok surat dibawa ke paripurna sebelum ditelaah," teriak Siska.

Kata bodoh berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu, tidak memiliki pengetahuan atau terserah.

Sedangkan abal-abal berarti palsu, ecek-ecek atau tidak jelas. Biasanya kata-kata itu dipakai dalam bahasa gaul alias tidak resmi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved