Penerbangan 4 Kali Delay

Batalnya penerbangan Lion Air JT 0396 dari Bandara Kualanamu Internasional, Medan, Sumatera Utara

* Penumpang Lion ke Banda Aceh Mengamuk

BANDA ACEH - Batalnya penerbangan Lion Air JT 0396 dari Bandara Kualanamu Internasional, Medan, Sumatera Utara ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Minggu (22/11) malam, berlanjut keesokannya hingga tiga kali lagi delay. Akhirnya, sebelum pesawat itu jadi terbang pukul 08.00 WIB kemarin, para penumpang sempat mengamuk dengan memukul-mukul meja, memaki petugas, dan “memblokir” meja counter tiketting.

Amatan Serambi, kepada para penumpang yang sudah kecewa lantaran pesawat tersebut batal terbang pada Minggu (22/11) malam, pihak Lion berjanji akan terbang ke Bandara SIM keesokan paginya pukul 05.00 WIB. Petugas Lion memberi alasan tak bisa terbang lagi karena Bandara SIM sudah tutup lantaran telah pukul 22.15 WIB. “Mereka tidak terjadwal untuk bekerja larut malam,” kata seorang petugas counter.

Setelah bersoal jawab, akhirnya penumpang mengalah dan berharap janji terbang pukul 05.00 pagi esok dapat dipenuhi. Kepada setiap penumpang diberikan uang kompensasi Rp 300 ribu/orang. Selain itu, penumpang diberikan penginapan gratis di sebuah hotel bagus dekat Kota Medan. Akhirnya sekitar pukul 01.00 dini hari, Senin (23/11), semua penumpang sudah di kamar masing-masing.

Namun pihak Lion Air mengumumkan, bahwa para penumpang harus sudah dalam bus angkutan ke bandara pukul 03.00 WIB dini hari. Semua penumpang mematuhinya. Bahkan banyak di antara penumpang tidak tidur sama sekali menanti pukul 03.00 WIB dini hari. Penumpang diberikan nasi goreng dalam kotak. Itu pun ada yang tidak kebagian, dan berharap bisa sarapan di bandara.

Sekitar pukul 04.30 para penumpang sudah siap di depan gate 5-6, menanti pengumuman naik ke pesawat. “Tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa Lion Air ditunda keberangkatannya sampai pukul 06.00 pagi. Katanya untuk alasan operasional,” ujar seorang penumpang.

Semula, penundaan itu tidak menimbulkan keributan berarti. Tapi ketika keluar lagi pengumuman kedua, bahwa Lion Air ditunda lagi sampai pukul 07.00 pagi, amarah penumpang tak terbendung. Beramai-ramai tampak para penumpang merapat ke meja petugas gate 6. Terjadi soal jawab yang “menyakitkan”. Apalagi petugas gate tak bisa menjawab pasti, apakah masih akan ada delay lagi.

Beberapa penumpang tersulut amarahnya karena jawaban-jawaban dari kalangan Lion Air mengecewakan sekali. Beberapa lelaki memukul-mukul meja. Teriakan-teriakan terdengar membuat suara gaduh. Serta-merta petugas keamanan bandara, dan polisi merapat ke sana. Seorang petugas ber-HT, berkomunikasi dengan petugas Lion Air, dan meminta yang bersangkutan datang ke area gate 5-6. Ternyata, petugas itu tidak datang juga.

Walhasil, para penumpang sepakat beramai-ramai menuju areal ticketing Lion Air di lantai atas. Di sana, emosi penumpang tak terbendung, apalagi beberapa petugas Lion melayani debat kusir. Bahkan ada yang nyerocos menuduh “Orang Aceh cari keributan saja”. Para penumpang yang tampak letih karena tidak tidur semalaman mulai mengamuk dengan memukul-mukul meja dan memaki-maki.

Mereka “memblokir” meja counter tiketting Lion, agar tidak bekerja, sebelum persoalan itu diselesaikan. Petugas keamanan semakin ramai, mereka menenangkan amukan itu. Akhirnya, datang kepastian dari pihak Lion Air bahwa pesawat ke Aceh dipastikan terbang pukul 08.00 WIB.

Dihubungi Serambi tadi malam, Station Manager Lion Air Banda Aceh, Febrian Permata mengatakan dirinya tak mengetahui pasti penyebab delay Lion Air dari Bandara Kualanamu Medan ke Bandara SIM, kemarin. Ia mengaku masih di Jakarta karena ada pertemuan dengan manajemen Lion Air.

“Maaf saya tidak memonitor kejadian tersebut, jadi tidak berani memberi informasi apapun. Coba dikonfirmasi ke Bandara SIM, mungkin mereka lebih tahu masalahnya apa,” jawab Febri. (sjk/avi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved