Puisi

Jaga Pati

angin ribut meniup dedaunan semak belukar belantar

Karya Tutut Emalienna

angin ribut meniup dedaunan
semak belukar belantara
rebah sebatang pohon patah ranting
diguncang keras
merayap, berlari hingga terbang
meninggalkan sarang peristirahatan
menatap pandangan serasa jiwa dihujat
kesengsaraan
apa hal sebab meremukkan ketenangan lagi kokoh

cahaya langit terang berubah asa jadi masam
berantai stigma puas menghentakkan kedamaian
bulan, bintang dan matahari beriring-iringan ikut hilang pelan
bagai terkurung pada dunia berselimut aneka dimensi
kapan kembali kecerahan tiada tara seperti semula

membuka mata tembus pandangan suasana seram
apakah ada syamsu hadir memberi sinar sesuai harapan
tiada senyuman menghiasi pesona dalam kebahagiaan
hanya kesetiaan jaga pati yang mampu bertahan menemani
menaruh hajat segera datang sang fajar menyambung kecerahan hari

kelam sepi kegirangan ikut ditelan kepunahan tanpa mengenali
berjuta kehormatan ditepis jauh tak ada arti
siapa kini telah melambungkan misteri dibalik elegi batin
sungguh terhimpit sulit menantang kehendak takdir Illahi
sesar tujuan ibarat hayalan tiada pasti

* Tutut Emalienna, kelahiran Kr. Mane 1987. Seorang wartawan dan bergiat di Komunitas Sastra Lhokseumawe.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved