Aceh Kirim Tim Sepakbola ke Amerika Latin Bagus, Tapi Kok Sekali

Seperti diketahui, program pengiriman 30 pemain sepakbola ke Paraguay dimulai sejak 2008-2012 di era Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Aceh Kirim Tim Sepakbola ke Amerika Latin Bagus, Tapi Kok Sekali
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI
Mantan Ketua Umum PSSI Pusat, Prof Dr Ir Djohar Arifin Husein (kiri) menyerahkan CD pembinaan sepakbola usia dini dari FIFA kepada Ketua Umum ASSA, Atqia Abubakar dalam pelantikan pengurus Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA) periode 2015-2020 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin (21/12/2015). 

Laporan Muhammad Hadi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan ketua umum PSSI Pusat, Prof Dr Ir Djohar Arifin Husein menyinggung tentang program pengirim tim sepakbola Aceh selama tiga di salah satu negara Amerika Latin, Paraguay.

Pendapat bernada pujian atas kebijakan Pemerintah Aceh itu disampaikan dalam pelantikan pengurus Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA) periode 2015-2020 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin (21/12/2015)

Seperti diketahui, program pengiriman 30 pemain sepakbola ke Paraguay dimulai sejak 2008-2012 di era Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Program tersebut menelan biaya Rp 43,8 miliar.

Menurut Djohar, Aceh mengirim tim sepakbola ke Amerika latin bagus, tapi sayangnya hanya satu generasi dan setelah itu selesai. Ia mengusulkan cara lain membina pemain sepakbola Aceh bila tak mengirim lagi ke luar negeri.

"Saya mengusulkan kepada bapak gubernur melalui Staf Ahli dan Kadispora. Saya berharap bisa mendatangkan instruktur pelatih luar negeri ke Aceh. Mungkin bisa dibuat kerjasama atau di kontrak satu tahun saja dulu gunanya menciptakan pelatih usia muda di seluruh Aceh," ujar Djohar.

Nantinya, kata Djohar, minimal di setiap kecamatan ada satu instruktur pelatih yang kerjanya memperbanyak tugas pelatih level Eropa dan dunia di seluruh Aceh. Selanjutnya setiap kampung ada pelatih yang bisa memunculkan bakat-bakat pemain muda.

"Itu jauh lebih murah, kita hanya membiayai satu orang dan tugasnya datang ke kabupaten/kota di Aceh mencari pemain usia muda untuk tim Aceh. Ini bisa bersambung terus, dia pulang, llmunya tinggal, maka pelatih-pelatih kita akan mendapatkan pemain luar biasa," ujar Djohar yang juga Dewan Pakar ASSA.

Nantinya, kata Djohar, anak-anak tidak hanya bermimpi menjadi pemain nasional, tapi juga merumput di Asia dan mungkin di Eropa.

"Karena ilmunya sama dengan teman-teman di Eropa dan Amerika Latin melalui instruktur kelas dunia," kata Djohar.

Harapan besar, kata Djohar kepada pemerintah Provinsi Aceh yang membidangi ini agar dapat mendatangkan pelatih luar negeri.

"Insya Allah provinsi lain bisa belajar di Aceh. Ini menjadi keteladanan, menjadi contoh bagi provinsi lain, bagaimana membangun sepakbola mulai dari usia muda," harap Djohar Arifin.

Dalam kesempatan itu, Djohar juga menyerahkan CD tentang panduan pembinaan pemain usia dini dari federasi sepakbola dunia, FIFA. CD tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Umum ASSA, Atqia Abubakar.

”CD ini saya ambil dari Markas FIFA di Zurich. Jadi bukan barang KW ya, tapi asli,” ujar Djohar sebelum menyerahkan CD tersebut.

Pengurus ASSA yang diketuai Atqia Abubakar, Sekretaris Jenderal Zahirsyah Oemardy, Bendahara Pitra Er Jauhari dilantik Kadispora Aceh, Iskandar Zulkaranen. Turut hadir Staf Ali Bidang Pemerintahan Aceh, Iskandar A Gani mewakili Gubernur Aceh dan pembina dan pelatih olahraga. (*)

Penulis: Hadi Al Sumaterani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved