Polem Ibrahim, Kisah Kampung yang Krisis Pengurus Jenazah

"Dengan menangnya film polem Ibrahim saya berharap Syariat Islam yang sudah ada di Aceh ini semakin sempurna."

PERNAHKAH Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika suatu saat tidak ada lagi orang yang bisa mengurus jenazah di kampung Anda?
Peristiwa itu bukan mustahil akan terjadi suatu waktu, terutama di kampung- kampung pedalaman yang jarang tersentuh pembangunan, maupun syiar Islam. 
Kemungkinan akan krisisnya pengurus jenazah di kampung ini, menginspirasi sutradara muda Aceh, RA Karamullah untuk mengangkat kisahnya dalam sebuah film pendek berjudul "Polem Ibrahim".
Film berdurasi 12 menit ini, meraih penghargaan sebagai film fiksi pendek Aceh terbaik dalam ajang "Malam Anugerah Aceh Film Festival 2015" di Gedung Sultan Selim, Banda Aceh, Sabtu (26/12/2015) malam. 
"Jumlah film masuk ke sekretariat adalah 140 judul film. Dewan juri memilih 10 film yang menjadi nominasi film terbaik, terdiri atas  5 film fiksi pendek dan 5 film dokumenter pendek," kata RA Karamullah kepada Serambinews.com, Minggu (27/12/2015).
Karamullah mengatakan, film Polem Ibrahim ini menceritakan tentang Dek Gam, seorang pemuda kampung di Aceh yang kesulitan mencari teungku (ustadz) yang bisa mengurus jenazah ayahnya. 
Sebenarnya, di kampung itu terdapat seorang teungku yang mengerti agama dan bisa mengurus jenazah. 
Hanya saja, sang teungku yang bernama Polem Ibrahim dianggap sebagai dukun karena penampilannya yang rada aneh. 
Namun, karena tidak ada lagi orang yang bisa diminta tolong untuk mengurus jenazah, akhirnya Dek Gam tetap datang ke rumah Polem Ibrahim, untuk meminta tolong melaksanakan fardhu kifayah jenazah ayahnya. 
Kesediaan Polem Ibrahim mengurus jenazah ayahnya Dek Gam membuka mata masyarakat di kampung itu, bahwa selama ini Polem Ibrahim telah difitnah sebagai dukun. Padahal, Polem Ibrahim adalah satu-satunya teungku terakhir di desa tersebut. 
"Kisah ini kami angkat dalam film pendek, untuk menggugah kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan di Aceh, tentang betapa pentingnya terus melatih para pengurus jenazah," kata RA Karamullah kepada Serambinews.com, Minggu (27/12/2015). 
Halaman
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved