Rupa-Rupa Motif Etnik Aceh Ini Layak Masuk Daftar Belanja Anda

Bagi anda penyuka wisata belanja, tak ada salahnya menambah koleksi fashion item yang bertema etnik.

3. Batik Aceh

Batik Aceh mempunyai motif yang khas, strukturnya yang jarang, dan warnanya yang mencolok.

Kain yang menjadi khazanah budaya Indonesia kini tampil dalam wajah berbeda.

Rupa-rupa corak batik mewakili ciri khas 33 provinsi yang mendiami gugusan kepulauan terbesar dunia bernama nusantara.

Pulau Jawa adalah cikal bakal asal muasal batik yang pengrajinnya membidani kelahiran ragam batik di seantero negeri.

Tak terkecuali di Aceh, kelahirannya tercatat pada 2008 silam dan telah menggeliatkan sektor ekonomi kreatif sekaligus membangkitkan kecintaan terhadap produk lokal.

Kini batik tak hanya dikenakan saat acara formal dengan kesan tua yang melekat padanya. Saatnya yang muda yang berbatik.

"Batik Aceh mempunyai ciri-ciri berupa motifnya yang khas, strukturnya yang jarang, dan warnanya yang mencolok," papar Koordinator Pengrajin Rumah Batik Aceh, Aulia (50) tahun dalam logat Sunda yang terdengar samar.

Laki-laki asal Cirebon yang akrab disapa Ool itu menuturkan ketekunan dan kesabaran menjadi modal utama pengrajin batik.

Sebelum sampai ke tangan pembeli, kain batik telah melalui serangkaian tahapan mulai dari persiapan bakal kain dengan cara dicuci dan dikeringkan, dicap, pewarnaan (nembok), dan lorot (meluruhkan lilin pada kain), dan penjemurun.

Para buruh itu pun terbagi sesuai tahapan menurut keahliannya masing-masing. Mereka dibayar Rp 15.000 - Rp 30.000 per kain, tergantung tingkat kesukaran.

Untuk bahan baku berupa kain dan pewarna didatangkan dari Pulau Jawa.

Kebijakan pemerintah Aceh mewajibkan mengenakan batik etnik Aceh di kalangan PNS yang juga diikuti instansi swasta lainnya membuat usaha kreatif ini mengepakkan sayapnya dari hulu hingga ke hilir.

Namun Ool dan kawan-kawan tak hanya mengerjakan orderan pemerintah dan perusahaan swasta, lantaran adakalanya pesanan juga datang warga, semisal permintaan kain batik untuk seragam resepsi.

Jadi bagi anda yang kebetulan melancong ke 'Tanah Rencong', jangan ragu untuk bertandang ke rumah batik Aceh dan memesan batik khas daerah ini untuk ditenteng sebagai buah tangan.

Dapur batik milik Dekranas Aceh itu mengambil lokasi strategis di Jalan Banda Aceh Medan Km 4,5 Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar

Untuk harga terbilang bersahabat dengan kantong, yaitu berkisar antara Rp 300 untuk selembar kain berbahan katun berukuran 2,5 meter hingga Rp 950 ribu untuk setelan (atasan, bawahan, dan selendang).

Euforia batik telah mencapai puncak klimaksnya tatkala dikokohkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada 2009 silam.

Kelegaan dan kebanggaan akan produk dalam negeri yang kemudian mendunia itu itu menyusup bersama rasa memiliki (sense of belonging) dari warganya.

Batik adalah ekspresi budaya sekaligus seni mahakarya Indonesia.

Nah! Itulah sederatan daftar belanja yang direkomendasikan Serambinews.com shopping untuk anda.

Menenteng oleh-oleh etnik, kenapa tidak? (*)

Halaman
Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved