Koordinator Distribusi Didakwa Korupsi Raskin

Nurmala binti Ali selaku Koordinator Titik Distribusi Beras Miskin (Raskin) di Kecamatan Pantee Bidari, Aceh Timur, didakwa mengorupsi raskin

BANDA ACEH - Nurmala binti Ali selaku Koordinator Titik Distribusi Beras Miskin (Raskin) di Kecamatan Pantee Bidari, Aceh Timur, didakwa mengorupsi raskin jatah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di kecamatan setempat tahun 2014 sebesar Rp 656.697.226. Nurmala didakwa mengorupsi dengan menjual 101.850 kg dari 353.925 kg raskin ke pasar seharga Rp 6.447/kg.

Demikian inti dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Idi, Khaerul Hisam SH, Mawardi SH, dan Muhammad Lutfi SH di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Jumat (8/1). Pada sidang itu, terdakwa yang selama ini ditahan di Rutan Perempuan, Lhoknga, Aceh Besar, duduk dibangku pesakitan didampingi pengacaranya, Zulfan SH.

Menurut JPU Khaerul Hisam, Nurmala diangkat sebagai koordinator titik distribusi raskin wilayah Kecamatan Pantee Bidari untuk mendistribusikan raskin kepada masyarakat penerima di wilayah tersebut. Saat itu, Kecamatan Pantee Bidari mendapat jatah raskin 353.925 kg selama 13 bulan. Artinya, setiap penerima mendapat jatah 15 kg/orang dan cukup membayar setoran Rp 24.000/bulan.

“Dari total pagu beras untuk Kecamatan Pantee Bidari 353.925 kg ternyata tidak disalurkan oleh terdakwa sejumlah 101.850 kg yang diambil dari beberapa bulan dari 22 desa di wilayah Kecamatan Pantee Bidari. Kekurangan tersebut digunakan untuk kepentingan terdakwa sendiri dengan menjual ke pasar Rp 6.447 per kg,” bacanya. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, menemukan adanya tindak pidana korupsi dengan kerugian Rp 656.697.226. Perbuatan terdakwa diancam pidana dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tipikor. Terhadap dakwaan tersebut, terdakwa bersama penasihat hukumnya tidak mengajukan keberatan (eksepsi), melainkan akan menanggapi sekaligus dalam pembelaan setelah tuntutan nanti.

Majelis hakim diketuai, Ainal Mardhiah SH MH didampingi hakim anggota Muhiffudin SH MH dan Syaiful Has’ari SH menetapkan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi, Jumat (15/1). (mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help