Dari Mana Irwandi Punya Pesawat Terbang, Ini Penjelasannya

Pesawat Shark saya tergolong mahal juga karena setara dgn mobil Harrier. Sebenarnya harga pesawat Shark Aero itu 90.000 Euro, atau kira2 Rp 1.3 M.

Dari Mana Irwandi Punya Pesawat Terbang, Ini Penjelasannya
FACEBOOK
Irwandi Yusuf 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Banyak netizen bertanya-tanya dari mana sebenarnya Irwandi Yusuf memiliki pesawat terbang Shark Aero yang selama ini dipilotinya sendiri saat terbang keliling Aceh?

Ternyata, suami Darwati A Gani ini sudah berterus terang bagaimana asal muasal pesawat itu. Di akun facebooknya, dia menulis deskripsi panjang tentang asal mula pesawat yang dilabelinya Hanakaru Hokagata itu.

Irwandi memberi judul “ANTI DOSA FITNAH -harus diumumkan-“ untuk penjelasan panjang terkait pesawat tersebut.

Serambinews.com yang menelusuri catatan-catatan Irwandi Yusuf di dinding facebooknya,  ia menulis 5 Alasan mengapa dirinya hobi Dirgantara di saat usianya tidak muda lagi.

Mengapa juga ia memilih jenis pesawat terbang ultra ringan? Berikut pengakuannya:

Memang sudah dari "sono"nya saya suka, bakat namanya. Saya waktu masih sangat kecil sering berpikir mengapa mobil bisa jalan tanpa ditarik dan mengapa pesawat bisa terbang. Saya sangat kagum pada supir yg menyebabkan mobil dapat berjalan tanpa dihela. Begitu juga, saya menganggap pilot itu manusia Class One.

Saya penasaran sekali. Ketika saya sudah kelas 2 MIN Cot Bada, ketika saya sdh mampu membaca buku2 milik Bapak saya yang disimpan dalam peti, saya baca hampir semua buku yang ada dalam peti itu.

Dari yang ia baca itu, Irwandi mengaku hanya ada lima buku yang membekas pada ingatan dirinya, yaitu buku Singa Aceh, tentang identitas Bangsa Aceh. Ilmu Falaq, tentang konstelasi bumi dan alam sekitarnya, termasuk mekanisme gerhana. Ilmu Alam, di mana ia menyebut dari buku itulah ia tahu gempa bumi sejak dini.

Ilmu Teknik Mesin, di mana saya mengetahui utk pertama kali tentang bagaimana mesin piston bekerja bergerak dari titik mati bawah ke titik mati atas yang memutar as, dan itulah yang menggerakan mobil.

Buku terakhir yang berkesan menurut Irwandi adalah sebuah novel tentang 2 orang anak yatim piatu yang dipaksa oleh ibu tirinya untuk mengemis. Novel tersebut diakuiny telah membentuk karakter dirinya untuk selalu berpihak kepada kaum lemah.

Halaman
12
Penulis: Amirullah
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved