Puisi

Pulang

Nyatanya kau masih tetap hidup bersama tungku-tungku membakar rindu

Karya Nurul Qamar

Nyatanya kau masih tetap hidup bersama tungku-tungku
membakar rindu
dari suluh-suluh kayu kepada abu,
dari gerai rambut beraroma laut,
juga kepada matahari yang kau sembunyikan di sekotak nasi,
lalu menjadi tawa-tawa di bawah peci
kita pernah berbagi garam dengan masa lalu,
dengan hidup yang kau peram dari sepertiga air mata
menjadi matang, lalu asin didera mendung kemarin
di antara galengan sawah kepik-kepik membangun rumah,
membangun jembatan, irigasi,
juga tapak-tapak kaki—semua hal telah kehilangan akal
tapi tidak dengan rumahmu,
dengan mimpi-mimpi yang masih menggantung di lubang kunci,
atau pada atap tempat doa-doa terlelap; aku ingin pulang

* Nurul Qamar, lahir di Aceh Besar, Agustus 91. Penikmat Sastra dan pencinta musik klasik. Menetap di Kompleks MAN Insan Cendekia Aceh Timur.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help