Din Minimi Bantah Pernyataan Abu Rimba
Nurdin Ismail alias Din Minimi membantah pernyataan Maimun alias Abu Rimba yang mengaku kepada wartawan bahwa
* Abu dan Raja Rimba Itu Beda
IDI - Nurdin Ismail alias Din Minimi membantah pernyataan Maimun alias Abu Rimba yang mengaku kepada wartawan bahwa ia pecahan dari kelompok Din Minimi.
“Abu Rimba itu bukan pecahan dari kelompok saya. Jangan libatkan kelompok–kelompok di luar sana dengan kelompok saya. Kelompok kami sudah bersih. Saya dan anggota saya semuanya ada di sini,” ungkap Din Minimi di kawasan Julok, Aceh Timur, kepada Serambi melalui sambungan telepon, Senin (18/1).
Din juga menegaskan bahwa Nasrul Sulaiman alias Kleung (30), anggota komplotan bersenjata Raja Rimba yang menyerah kepada polisi di perbatasan Aceh Utara dengan Aceh Timur, Sabtu (16/1) pagi, juga tidak ada kaitan sama sekali dengan dirinya.
“Saya bahkan sama sekali tidak tahu kelompok bersenjata api yang mengaku sebagai Abu Rimba tersebut. Apa benar mereka kelompok bersenjata api atau bukan, itu pun saya tak tahu,” kata Din Minimi.
Dalam berita Serambi di halaman 1 kemarin terdapat kesalahan redaksi tentang anak buah Abu Rimba yang menyerah. Seharusnya, yang menyerah itu anak buah Raja Rimba, bukan anak buah Abu Rimba.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin SH yang ditanyai Serambi kemarin mempertegas bahwa antara Abu Rimba dengan Raja Rimba itu dua sosok yang berbeda, meski dua-duanya nama samaran.
Tapi ia mengaku tak mengetahui kelompok Abu Rimba yang beraksi di pegunungan pantai barat Aceh itu. Menurutnya, yang menjadi target operasi Polda Aceh selama ini justru kelompok Raja Rimba yang beraksi di Aceh Timur. “Abu Rimba ini belum kita monitor, selama ini kelompok Raja Rimbalah yang kita buru. Jika memang Abu Rimba benar-benar ada, berati ini dua orang yang berbeda, Raja Rimba lain Abu Rimba pun lain,” kata Saladin.
Untuk Kelompok Raja Rimba, menurut Saladin, ada tiga kasus yang melibatkan mereka, yakni penculikan warga negara asing (karyawan PT Medco E&M Malaka) di Peureulak, Aceh Timur, pada 11 Juni 2013. Kemudian, pembakaran alat berat PT CPM di Aceh Timur pada 10 Mei 2014 serta pemerasan dan pengancaman karyawan PT Agrawisesa Widyatama di Ranto Peurelak, Aceh Timur, pada 12 Oktober 2014.
“Kelompok bersenjata di Aceh ada tiga yang jadi DPO kita. Pertama, Din Minimi (menyerah kepada Kepala BIN), kedua Gambit alias Syukriadi (ditangkap), satu lagi Raja Rimba alias Bahrum (masih DPO). Yang lain tidak ada, termasuk Abu Rimba. Kita tak tahu dari mana dia muncul, apa dimunculkan orang? Kita tidak tahu,” pungkas Saladin.
Belakangan, sejak Din Minimi dan anggotanya menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, muncul pula satu kelompok bersenjata di pegunungan pantai barat Aceh. Kelompok ini mengaku pecahan Din Minimi dan menamakan dirinya Tentara Rakyat Aceh Keadilan (TRAK) dipimpin Abu Rimba atau Maimun.
Sementara itu, Nasrul Sulaiman alias Kleung (30), anak buah Raja Rimba telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian tiga hari lalu. Ia dijemput Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin bersama anggota di kawasan pedalaman antara perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara, Sabtu (16/1) pagi.
Pengamat Politik dan Kemanan Aceh, Aryos Nivada MA mengapresiasi karena Nasrul mau menyerah, apalagi polisi mampu bertindak dengan pendekatan yang sangat baik tanpa menggunakan senjata api.
“Kita apresiasi, polisi bisa melakukan pendekatan yang humanis. Tapi polisi juga harus menentukan sikap untuk bosnya Nasrul, yaitu Raja Rimba. Tentukan waktu baginya untuk menyerah seperti Nasrul, jika tidak polisi harus melakukan operasi mengejar Raja Rimba itu,” kata Aryos saat dimintai tanggapannya, Senin (18/1).
Aryos berharap, semua kelompok bersenjata yang selama ini melakukan serangkaian aksi kejahatan di Aceh bisa dituntaskan pergerakannya oleh pihak kepolisian dalam tahun ini sebelum Pilkada 2017. Jika tidak, Aryos khawatir akan berdampak pada tahapan Pilkada 2017. “Yang sudah menyerah ya alhamdulillah, tapi yang masih DPO harus segera diburu, jangan sampai nanti berdampak pada pelaksanaan pilkada,” sebut Aryos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/maimun-alias-abu-rimba_20160115_190819.jpg)