Tes Sederhana untuk Mengetahui Risiko Penyakit Jantung

Jika ayah Anda menderita penyakit jantung sebelum usia 55, atau ibu Anda sebelum usia 65, berarti risiko Anda menjadi dua kali lipat.

Tes Sederhana untuk Mengetahui Risiko Penyakit Jantung
Shutterstock
Ilustrasi serangan jantung 

SERAMBINEWS.COM - Jika ingin tahu apakah jantung Anda sehat atau tidak atau Anda curiga ada yang tidak beres di dalam jantung sana, paling mudah adalah menjalani tes jantung yang sederhana dan menilai riwayat keluarga Anda.

Sekarang ini, ada alat tes X-ray snapshot dengan sistem komputerisasi. Alat ini dapat memberikan gambaran yang sangat rinci jantung dan pembuluh darahnya. Tapi, bagi kebanyakan orang, tes dengan alat sederhana sudah cukup untuk memberi gambaran akurat kemungkinan adanya penyakit jantung.

Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan bertanya tentang sejarah keluarga Anda. Jika ayah Anda menderita penyakit jantung sebelum usia 55, atau ibu Anda sebelum usia 65, berarti risiko Anda menjadi dua kali lipat.

Begitupun jika sudah ada saudara yang telah didiagnosis dengan penyakit jantung dini, risiko Anda juga dua kali lipat dari saudara tersebut.

Dokter juga akan memerika tekanan dan gula darah Anda juga, karenadiabetes dapat menggandakan risiko penyakit jantung. Secara berkala, Anda akan memerlukan tes darah lipid Puasa untuk mengukur tiga jenis kadar lemak darah:

LDL (low-density lipoprotein), atau Kolesterol buruk, yang terbangun di dinding dalam pembuluh darah, menyebabkan penyumbatan.

HDL (high-density lipoprotein) membersihkan kelebihan Kolesterol dari arteri, membuangnya ke dalam hati.

Trigliserida, menyediakan energi tetapi juga menyebabkan masalah dengan membantu penebalan dinding arteri.

Setiap jenis pengukuran di atas, penting. Begitu juga dengan kombinasi hasilnya. Sindrom metabolik, suatu kondisi di mana tubuh tidak bisa menangani insulin dengan baik akan menggandakan peluang Anda terkana penyakit jantung. Diagnosa didasarkan pada adanya faktor berikut:

Lemak di bagian perut

Halaman
123
Editor: ariframdan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help