SerambiIndonesia/

Misteri Munculnya Tanda Lahir di Tubuh

Sejak lama para ahli belum mengetahui apa yang menyebabkan tanda lahir di tubuh.

Misteri Munculnya Tanda Lahir di Tubuh
google/net
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Bagi orang yang percaya, setiap tanda lahir yang kita miliki di tubuh memiliki arti tertentu. Ada yang mengaitkannya dengan keberuntungan atau pun sifat-sifat tertentu.

Sejak lama para ahli belum mengetahui apa yang menyebabkan tanda lahir di tubuh. Tetapi menurut penelitian tanda lahir terjadi karena ekstra pigmentasi, kumpulan pembuluh darah, atau tanpa penyebab apa pun.

Ada dua jenis tanda lahir, yakni pigmentasi dan vaskukar. Tanda lahir pigmentasi terjadi saat pigmen sel kulit mengelompok, misalnya saja tahi lalat dan bercak kecokelatan di kulit.

Sementara itu tanda lahir vaskular, biasanya muncul di kepala atau area wajah, terjadi saat sekelompok pembuluh darah di bawah kulit saling mendekat di titik yang sama.

Kedua tipe tanda lahir ini bisa muncul di mana saja, termasuk di dalam tubuh.

Karena ada banyak tipe tanda lahir yang berbeda-beda dan juga bentuknya, para ahli belum mengetahui dengan jelas penyebab, tujuan, dan mengapa ada orang yang memiliki tanda lahir sementara yang lain tidak, meski sama-sama anak kembar.

Tanda lahir juga terkait dengan sejumlah protein yang terpapar janin dalam plasenta, tapi bagaimana mekanismenya belum jelas.

Hemangioma atau benjolan kemerahan pada kulit juga terkait dengan berat badan lahir rendah. Studi tahun 2008 menyimpulkan bahwa kekurangan oksigen di plasenta selama kehamilan menjadi penyebab terbentuknya hemangioma.

Walau tanda lahir sebagian besar tidak berbahaya, tetapi kita bisa menghilangkan tanda lahir jika mengganggu kemampuan melihat, bernapas, atau mendengar. Demikian pula halnya jika dirasa mengganggu penampilan. Biasanya dihilangkan dengan operasi laser.

Bila tanda lahir semakin besar di organ dalam atau berkembang dengan cepat, bisa diindikasikan sebagai tumor. (Medical Daily)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help