Hanya Gara-gara di Salip di Jalanan, Oknum Polisi Tembak Pedagang Buah

Polisi itu mesti proposional. Pelanggaran tidak bisa langsung mengacungkan senjata, lalu menembak

Hanya Gara-gara di Salip di Jalanan, Oknum Polisi Tembak Pedagang Buah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi penembakan 

SERAMBINEWS.COM, BALIKPAPAN — Seorang oknum polisi, Aiptu ER, harus berurusan dengan satuan Propam Polda Kaltim setelah dianggap melanggar prosedur kepolisian.

ER ditahan setelah melepaskan dua kali tembakan dari pistolnya yang kemudian melukai seorang pedagang buah naga.

Insiden ini berawal ketika Poniman, si pedagang buah naga, bersama Hermanuel, tetangganya, sedang mengendarai mobil dalam perjalanan pulang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di dalam perjalanan, tepatnya di Kilometer 48 di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Poniman kemudian menyalip sebuah mobil hitam yang ditumpangi ER. Usai disalip, kemudian aksi kebut-kebutan dan saling mendahului terjadi.

Diduga, selain kebut-kebutan, juga keluar ledekan yang tak bisa diterima ER. Anggota polisi ini kemudian mencabut pistolnya dan melepaskan dua kali tembakan.

"Tidak langsung mengarah ke korban. Kalau langsung mengarah, kondisi korban tidak seperti sekarang. Terjadi pantulan (peluru)," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Fajar Setiawan, Selasa (9/2/2016).

Pernyataan Fajar itu diamini pihak keluarga korban. Marcel, ayah Hermanuel, mengaku melihat proyektil berbentuk pipih yang melukai kaki Poniman.

"Kata mereka itu karena pantulan. Lagi pula, anak-anak ini mengatakan si (oknum) polisi menembak dari jarak sekitar lima meter dan menembaknya ke bawah," kata Marcel di tempat terpisah.

Fajar mengatakan, Propam Polda Kaltim sudah menahan dan memeriksa ER sejak Sabtu (6/2/2016).

Aiptu ER, lanjut Fajar, dianggap telah melampaui asas proporsional dan tidak mengikuti prosedur saat mencabut pistol lalu melepaskan tembakan.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help