Muara Dangkal, Ratusan Warga Ulim Keruk Kuala dengan Cangkul dan Sekrup

Dikarenakan realisasi pengerukan dari pemerintah yang sangat lama, maka warga berinisiatif untuk melakukan pengerukan secara manual

Muara Dangkal, Ratusan Warga Ulim Keruk Kuala dengan Cangkul dan Sekrup
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Masyarakat Kampung Paya Beke, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong mengangkut bantuan melewati jembataan darurat, Senin (20/4). Bantuan tersebut, disalurkan oleh Dinas Sosial Aceh. 
Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya
 
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sebanyak 150 warga Kecamatan Ulim dari tiga Gampong Bueng, Grong-grong, dan Geulangang, Rabu (10/2/2016) malam hingga Kamis (11/2/2016) dini hari 03.30 WIB mengeruk ‎kuala Ulim guna mengatasi serapan banjir genangan yang melanda  pemukiman selama beberapa tahun terakhir.
Keuchik Gampong Bueng, Maimun Ali bersama Keuchik Grong-grong Capa, Mustafa dan Keuchik Geulangang, M Gade kepada Serambinews.com, Kamis (11/2/2016) mengatakan, akibat kondisi kuala Ulim yang telah dangkal sejak bencana gempa dan tsunami akhir 2004 lalu telah membuat kuala Ulim semakin dangkal.
"Akibatnya, jika musim penghujan, genangan air yang mengenangi pemukiman lebih lama terserap sehingga genangan air hujan lebih lama merendam pemukiman warga," sebut Maimun Ali.
 
Dikarenakan realisasi pengerukan dari pemerintah yang sangat lama, maka warga berinisiatif untuk melakukan pengerukan secara manual yaitu dengan memakai sekrup dan cangkul.
Apalagi, tumpukan sendimen sepanjang ‎tahun atau selama 11 tahun terakhir telah memberi dampak kuala semakin dangkal. (*)
Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved