SerambiIndonesia/

MPU: Segera Blokir Situs Judi Online

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh berharap pemerintah segera memblokir situs judi online

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh berharap pemerintah segera memblokir situs judi online dan situs lain yang terindikasi perjudian. Sebab, permainan melalui internet yang menggunakan uang atau benda lain sebagai taruhan itu hukumnya haram. Demikian antara lain keputusan sidang paripurna tentang “bahaya judi online dan strategi pemberantasannya” yang digelar di Aula MPU Aceh

Keputusan itu dibacakan Kepala Sekretariat MPU Aceh, Saifuddin Puteh SE MM pada penutupan sidang tersebut, Kamis (11/2). Sidang yang diikuti 40 anggota MPU kabupaten/kota dan provinsi itu menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof Dr H Warul Walidin AK, Dr Mohd Din SH MH, dan Teuku Farhan Skom. Turut hadir Plt Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H M Daud Zamzamy dan Tgk H Faisal Ali.

Sidang yang dilaksanakan 9-11 Februari itu juga merekomendasikan pemerintah dan masyarakat wajib memberantas segala jenis perjudian. “Pemerintah diharapkan mengintensifkan sosialisasi tentang bentuk dan dampak negatif judi online serta meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan teknologi komunikasi yang berdampak negatif,” kata Saifuddin.

Peserta rapat, lanjutnya, juga berharap pemerintah memperkuat lembaga pengawasan penegakan qanun secara kuantitas dan kualitas, menindak tegas pihak yang terlibat dalam judi online, serta meningkatkan implementasi qanun jinayat dan qanun hukum acara jinayat.

Ditambahkan, peserta sidang juga berharap masyarakat mengawasi kegiatan usaha yang menyediakan fasilitas untuk judi online dengan cara melaporkan ke pihak berwajib. “Keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan juga harus memperkuat pendidikan agama Islam secara sinergis yang mengedepankan akidah, ibadah dan nilai-nilai akhlakul karimah,” pungkas Saifuddin.

Sementara itu, Plt Ketua MPU Aceh, Prof Muslim Ibrahim menyampaikan pendidikan keluarga sangat penting. Sebab, hal itu merupakan kegiatan pokok serta ditunjang oleh pendidikan lain seperti di sekolah dan dayah. “Jadi, mari sama-sama menjaga dan membimbing anak-anak kita dengan serius. Pastisipasi masyarakat sangat kita harapkan dalam memberantas judi online,” imbuhnya dalam sambutan pada penutupan sidang tersebut.

Masalah Judi online, tambah Prof Muslim, merupakan tantangan masa depan, dimana dunia ini menuju era modern dan teknologi yang berkembang dengan cepat. “Perkembangan teknologi mempunyai dampak positif dan negatif. Jadi, kewajiban kita menyaring dan mengambil yang baik sesuai tuntunan ilahi,” demikian Prof Muslim.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help