Kopiah Meukeutop, Oleh-Oleh Warisan Raja Diraja Aceh

Pada masa kerajaan Aceh Darussalam, oleh Sultan Iskandar Muda atribut penutup kepala itu dipakai dalam kesehariannya.

Kopiah Meukeutop, Oleh-Oleh Warisan Raja Diraja Aceh
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Para perajin kupiah meukutop dari Desa Tungkop, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Pidie. 

Untuk membuat satu kupiah Meukeutop, Jamilah membutuhkan waktu hingga lima belas hari.

Kopiah hasil karya Jamilah ini dilepas dengan harga Rp 200 ribu - Rp 400 ribu per buah. Kesetiaan Jamilah untuk menjaga warisan raja Aceh, tak perlu diragukan .

Pun saat kesetiaanya pada pekerjaannya itu tak mencukupikebutuhan hidup sehingga ia harus nyambi menggarap sawah bersama suaminya.

Namun ia berkomitmen membuat kupiah Meukeutop hingga akhir hayatnya, bahkan keahliannya itu sudah diwariskan kepada anaknya Hulaifa (27).

Kini hasil kerajinan para perempuan dari DesaTungkop Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Aceh Pidie itu bertengger meramaikan upacara adat.

Jika dulu Sultan mengenakan kopiah meukeutop dalam kesehariannya, kini kaum laki-laki d Aceh menggenakannya untuk acara perkawinan, sunatan, dan ritual kebudayaan lainnya.

Nah! Bagi anda pelancong yang ingin menenteng oleh-oleh peninggalan raja Aceh cukup mendatangi sentra toko-toko sovenir yang di sepanjang Jalan Sri Ratu Safiatuddin Desa Peunayong Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.

Menenenteng oleh-oleh yang kental bernuansa keacehan. Warisan raja diraja Aceh yang lestari hingga kini. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help