Jajan Picu Inflasi di Meulaboh

Pola konsumsi masyarakat Meulaboh lebih besar dibanding dua kota lain yang disurvei Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh

* Tertinggi di Aceh Selama Februari 2016

BANDA ACEH - Pola konsumsi masyarakat Meulaboh lebih besar dibanding dua kota lain yang disurvei Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh yaitu Banda Aceh dan Lhokseumawe. Berdasarkan sumbangan kelompok pengeluaran, selama Februari 2016 warga ibu kota Aceh Barat itu lebih senang mengeluarkan uangnya untuk membeli atau jajan makanan jadi.

Kepala BPS Aceh, Hermanto dalam rilis berita resmi statistik, Selasa (1/3) menjelaskan, bila daerah lain warga masih senang mengolah bahan baku jadi makanan, maka berdasarkan data pihaknya kelompok pengeluaran masyarakat Meulaboh selama Februari 2016 adalah pada makanan jenis bakso dan ayam goreng. “Mungkin juga bakso ada sedikit share dari kenaikan harga daging, tapi konsumsinya di sana juga cukup banyak,” ungkapnya.

Hal itulah, menurut Hermanto, jadi salah satu pemicu hingga inflasi di Meulaboh tertinggi di Aceh pada Februari 2016 yaitu sebesar 0,37 persen dan disusul Banda Aceh 0,02 persen. Tapi, lanjutnya, secara keseluruhan inflasi di Aceh pada bulan lalu 0,02 persen.

Untuk Aceh, sebut Hermanto, indeks harga konsumen pada Februari 2016 berbeda dengan provinsi lain. Jika di Aceh terjadi inflasi 0,02 persen, sementara secara nasional umumnya mengalami deflasi 0,29 persen.

Dijelaskan, Aceh merupakan provinsi yang secara umum perkembangan harganya lebih tinggi dibanding provinsi lain. Untuk bulan lalu, hal itu berkaitan erat dengan tradisi masyarakat Aceh yang sedang memperingati maulid serta faktor lain yaitu pengaruh cuaca.

“Pada bulan lalu, harga beras naik, tingkat grosir, serta agen yang bertambah didominasi oleh ikan dan rokok. Ini pasti berdampak pada bulan berikutnya bila tidak segera ditangani,” ucap Hermanto.

Sebenarnya, tambahnya, pada Februari 2016 ada kebijakan pemerintah menurunkan tarif dasar listrik. Walau di kelompok listrik dan perumahan turun, tapi belum mampu mengerem perkembangan harga pangan di Aceh. Begitu juga di bidang transportasi adanya penyesuaian tarif karena harga BBM turun, tapi belum juga mampu mengerem kenaikan harga pangan di Aceh.

“Awal tahun 2016, inflasi agrerat kita sudah jauh di atas nasional, namun year on year masih rendah dengan nasional. Bila penanganan dilakukan seperti tahun lalu, Insya Allah tingkat inflasi kita akan berada di bawah nasional,” paparnya.(avi)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help