Oknum Petugas Jual Abate di Meulaboh
Masyarakat di Gampong Suak Ribee, Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (9/3) siang, mengaku resah terhadap
* Kadinkes: Obatnya Gratis, tak Dijual
MEULABOH-Masyarakat di Gampong Suak Ribee, Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (9/3) siang, mengaku resah terhadap perdagangan obat-obatan jenis abate yang dilakukan orang tak dikenal dan mengaku sebagai petugas penyuluhan kesehatan. Obat tersebut dibutuhkan untuk mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta penyakit kaki gajah.
Petugas yang datang ke setiap rumah warga di kawasan tersebut dilaporkan mengutip biaya obat per sachet (bungkus) dengan angka bervariasi, antara Rp 5.000-Rp 10.000/bungkus.
“Setahu kami, obat-obatan seperti abate atau obat pencegahan kaki gajah dibagi secara gratis oleh pemerintah. Kenapa malah ada oknum yang menjual ke masyarakat,” kata Rahmad Ozer, warga Gampong Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, kepada Serambi, Rabu siang.
Dikatakannya, modus yang dijalankan pelaku yang mengaku dari Medan, Sumatera Utara dan Palembang, Sumatera Selatan itu, adalah dengan cara mendatangi rumah warga sambil mencatat identitas warga tanpa adanya tujuan yang jelas atau sebagai keterangan bahwa warga sudah membeli obat yang dijual pelaku.
Kata Rahmad, pelaku menjual obat-obatan ini juga tidak memberikan penyuluhan kesehatan, seperti yang diakui sebelumnya sebagai petugas penyuluh kesehatan, melainkan langsung pergi usai menjual obat-obatan tersebut.
“Kami berharap hal ini segera diperjelas, sehingga masyarakat tak dirugikan. Kalau perlu pelakunya ditangkap polisi supaya masyarakat tak lagi tertipu,” kata Rahmad Ozer.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, dr H Zafril Luthfi RA MKes yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah mengaku sampai saat ini pihaknya belum menurunkan petugas untuk membagikan abate ke masyarakat setempat, seperti yang dilaporkan warga.
“Obatnya gratis dan tak dijual. Kalau pun ada pembagian obat abate ini maka langsung didatangi petugas penyuluh kesehatan guna ditabur langsung ke rumah masyarakat,” katanya.
Ia mengakui, pembagian obat-obatan tersebut dilakukan secara khusus di lokasi terjadinya jangkitan penyakit demam berdarah dengue (DBD), guna mencegah terjadinya penyakit menular.
Zafril juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Aceh Barat supaya tidak terpengaruh atau tertipu jika ada pihak yang mengaku sebagai petugas penyuluh kesehatan, yang menjual obat-obatan termasuk bubuk abate.
Sebab, obat-obatan tersebut memang disediakan secara gratis dan tidak diperjualbelikan ke masyarakat. “Sampai saat ini belum ada petugas yang kita turunkan ke masyarakat untuk melakukan penyuluhan seperti yang dilaporkan warga,” katanya.(edi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seorang-warga-gampong-suak-ribee-meulaboh-aceh-barat_20160310_085427.jpg)