Dermaga Labuhan Haji Berkarat

Kondisi dermaga Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan dinilai tidak layak lagi digunakan

* Lintasan Diganjal Batang Kelapa

TAPAKTUAN - Kondisi dermaga Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan dinilai tidak layak lagi digunakan untuk aktivitas pengangkutan penumpang dan barang.

“Struktur besi di lintasan dermaga sudah berkarat. Dibangun tahun 1994, saat ini sudah berusia 22 tahun. Secara umum kondisinya harus diganti baru, tidak bisa diperbaiki menggunakan batang kelapa, karena itu sangat riskan terhadap kecelakaan kerja dan pelayaran,” tegas Kepala Unit Penyelenggaran Pelabuhan (UPP) Kelas II Tapaktuan, Selamat Riadi kepada Serambi, Jumat (25/3).

Menurutnya kondisi yang sama juga pernah terjadi pada Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Aceh Singkil 2012 lalu. Saat itu pihaknya langsung menghentikan aktivitas di dermaga tersebut, dan baru memberi izin operasi kembali setelah kerusakan diperbaiki permanen. “Ini memang harus diperbaiki biar tidak jatuh korban jiwa. Jika terjatuh korban siapa yang bertanggung jawab? Itu merugikan pemakai jasa,” ujarnya.

Karenanya, kata Selamat, memperbaiki dermaga menggunakan batang kelapa tidak dibenarkan karena tidak memenuhi aspek kontruksi. “Jadi ini harus dibongkar dan dibagun baru untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pekerja dan pelayaran,” tegasnya.

Menurut Selamat, jika pun Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Aceh Selatan tetap memaksa untuk beroperasi maka Dishubkominfo Kabupaten Aceh Selatan harus membuat pernyataan bahwa segala risiko yang muncul akibat beroperasinya pelabuhan penyeberangan Labuhan Haji menjadi tanggung jawab Dishubkominfo.

Pihak UPP Kelas II Tapaktuan sebelumnya juga sudah memberi peringatan kepada Pemkab terkait kondisi dermaga pelabuhan. Namun warning tersebut terkesan tak diindahkan Pemkab Aceh Selatan, sehingga beberapa hari lalu satu unit mobil angkutan barang nyaris jatuh ke laut akibat lintasan dermaga ambruk. Selamat juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Syahbandar (UPP) Kelas II Tapaktuan, Dishubkomintel Aceh dan bupati Aceh Selatan terkait persoalan kerusakan lintasan dermaga Pelabuhan Labuhan Haji.

Sebagaimana foto yang diperlihatkan Selamat Riadi kepada Serambi, Dishubkominfo Aceh Selatan hanya mengandalkan batang kelapa sebagai pengganjal lantai dermaga yang rusak. Demikian juga dengan badan jalan menuju dermaga yang ambruk hanya ditangani dengan batang kelapa. Kondisi itu dinilai berisiko bagi keselamatan pekerja dan pengguna jasa pelayaran.

Untuk diketahui, sudah tiga pekan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan operasional pengangkutan penumpang dan barang rute Labuhan Haji-Sinabang. Penghentian itu akibat pihak Syahbandar belum mengeluarkan izin operasi pascaterjadinya kerusakan ujung dermaga pelabuhan.

Sementara itu Kepala Dishubkominfo Aceh Selatan Hamzah MH kepada Serambi, Senin (28/3) mengatakan pihaknya sudah memperbaiki kembali besi landasan dermaga sesuai ukuran besi yang sudah rusak.

“Besi yang rusak sudah kita ganti. Cuma ada kita tarok batang kelapa dua batang untuk merapikan lantai, sedangkan besi yang kita ganti sama dengan ukuran yang sudah rusak,” ungkap Hamzah. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Syahbandar untuk tidak mengoperasikan pelabuhan. Sebab, menurutnya pihak PT ASDP Indonesia Ferry sendiri melalui surat yang dikirim ke pihaknya sudah bersedia melayani kembali rute Simeulue-Labuhan Haji.

“Saya sudah duduk sama bapak bupati di Banda Aceh. Cuma yang bersangkutan (kepala Syahbandar) tidak mau hadir. Jadi menurut saya itu akal-akalan mereka saja,” ujarnya.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved