Brutal Tolak Jessie Mustamu

Suporter setia PSBL Langsa, Brigade Untuk Kota Langsa (Brutal) dengan tegas menolak kehadiran

* Sebagai Pelatih PSBL

LANGSA - Suporter setia PSBL Langsa, Brigade Untuk Kota Langsa (Brutal) dengan tegas menolak kehadiran Jessie Mustamu sebagai arsitek Elang Biru dalam mengarungi kompetisi Indonesia Soccer Champions (ISC) 2016 Serie B.

Wakil Ketua Brutal, Fadlan kepada Serambi kemarin mengatakan, pihaknya sudah sepakat dan mengambil keputusan untuk menolak kehadiran mantan pelatih Porwil Aceh tersebut. Karena itulah, mereka mendesak supaya ketua umum, pengurus, dan manajemen tim segera mencari juru latih lain.

Alasan penolakan mereka, jelas Fadlan, Jessie Mustamu merupakan pelatih yang gagal meloloskan tim Aceh ke Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat, September mendatang. Dalam Porwil di Bangka Belitung, Aceh kalah bersaing dengan Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan tuan rumah.

“Saat tampil di Porwil, Aceh diperkuat bintang timnas, punggawa ISL, divisi utama, dan alumni Paraguay. Namun, Jessie tak mampu mengantarkan Aceh lolos ke PON. Apakah kegagalan ini tak menjadi catatan dari pengurus PSBL. Kenapa harus kontrak pelatih gagal,” tanya Fadlan.

Kemudian, pada musim 2011/2012, Jessie juga dipecat manajemen PSCS Cilacap ketika putaran pertama divisi utama. Padahal, tim berjuluk Laskar Nusambangan tersebut memplot dana Rp 7 miliar untuk promosi ke ISL. Ternyata, keputusan PSCS terbukti jitu. Gatot Barnowo yang masuk menggantikan Jessie Mustamu berhasil membawa Cilacap melaju ke babak delapan besar divisi utama.

Prestasi buruk juga dituai Jessie Mustamu ketika membesut PSAP Sigli di ISL musim 2011/2012. Pasca didepak PSCS, dia mencoba mencari peruntungan di Sigli. Namun, Jessie gagal menyelamatkan PSAP karena degradasi ke divisi utama. Padahal, sebelum melatih, dia optimis bisa mempertahankan PSAP.

Bukan hanya itu, Jessie juga mencatat rekor 13 pertandingan tak pernah menang ketika melatih PSAP. Kecuali itu, dia juga berperan ketika PSAP kalah telak dari tuan rumah Persipura Jayapura, 2-8. Itu menjadi kekalahan terbesar Laskar Aneuk Nanggroe--julukan PSAP-- selama bermain di kompetisi level nasional.

“Kecuali prestasi yang buruk, kami menolak dia melatih karena Jessie tidak memiliki kultur yang sama dengan masyarakat Langsa, dan Aceh. Untuk itu, kami secara tegas tak menerima Jessie guna melatih PSBL,” tegasnya.

Penolakan tersebut, tambah Fadlan, jangan diartikan bahwa Brutal memiliki kepentingan, apalagi mencari keuntungan di PSBL. Tapi ini adalah bentuk sikap untuk menyelamatkan tim kesayangan masyarakat Langsa dari tindakan oknum tertentu yang ingin mencari keuntungan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved