Puisi

Setapak Jalan Berbatu

bertahun-tahun kita lewati jalan ini bertemu setapak berbatu di penghujung persimpangan;

May Yusra Soelaiman

Setapak
Jalan Berbatu

bertahun-tahun kita lewati jalan ini
bertemu setapak berbatu di
penghujung persimpangan;
kanan dan kiri kita bersua dengan kerumunan
bertanya dan mencari jawaban
atas keraguan
tapi tak ada yang dapat membaca
apa di baliknya,
“berjalanlah, dan pelajari tandatanda”
Kita kerap mengeluh lelah dan
ingin berhenti
bertanya pada sendiri, benarkah
jalan ini
setapak berbatu tak pasti penghujungnya
sedang waktu terdengar dari jauh
seperti gong dipukul bertalu-talu
setapak jalan berbatu yang kita
lalui
memang tak mengambil apa-apa
dari kita
selain ingatan kesabaran,
selain membentuk sebentangan
kenangan.
2016

Telepon
Tengah Malam

Mimpinya yang kusut menyusut
dilingkari udara
Seseorang serupa gelap baru saja
datang
dan mengambil apa saja dalam
kepala;
kata-kata, kumpulan sajak, dan
beberapa potong cerita pendek
yang belum selesai
Ia menyapa seseorang di seberang
“Adakah aku terasa asing bagimu,
bagi diriku?”
Sunyi yang gelap dan mati
Menyergap dan dapati keruh di
suara,
“setiap kudengar suaramu di
seberang,
tergambar pula sepanjang apa
jarak kita.
sejauh manapun kita lompati bulan
dan tahun
aku sering bertanya,
bagaimana mendekatkan hati
kita?”
2016


Sepasang
Angka Satu

[Berbahagialah, dua potong angka
satu yang bergandengan.]
Kau adalah sepasang jendela
yang tak lelah dipapas angin
Ditampar dan berulang terluka
Lalu kembali bermanja pada bayu
sijingkat yang menyentuhmu
Padahal hidup memberi pilihanpilihan;
Seperti daun kuning getas
mengerumuni tanah
Kekal dalam tungku api atau
pulang mencari dasar
Lesap dalam kabut mengasap atau
kuyup dalam pangku akar
Tapi kau semut pejalan yang tak
senang menghitung beban.
Setelah menyeret sejumlah
kemustahilan
melawat dari tempat ke tempat.
Kau pulang disesaki harum bijak
dari tubuh
Kau adalah sepasang jejak yang
ditanamkan waktu
Tertinggal begitu saja di tangguh
dada April
Untuk pengingat; sepasang angka
satu
yang dalam irisnya penuh gebugebu
2016

* May Yusra Soelaiman, penyair
dan cerpenis. Tinggal di Banda Aceh.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help