SerambiIndonesia/

Kecanduan Pornografi Bisa Dicegah

Relawan ahli Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh, Quddus Husein, meyakini peningkatan

Kecanduan Pornografi Bisa Dicegah
NET
Katakan tidak pada pornografi 

* Optimalkan Sosialisasi Kerusakan Otak

BANDA ACEH - Relawan ahli Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh, Quddus Husein, meyakini peningkatan kekerasan seksual yang terjadi akhir-akhir ini, dipengaruhi dengan semakin mudahnya anak-anak dalam mengakses konten-konten berisi pornografi di internet. Karena itu, Quddus menyarankan kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah, untuk melakukan upaya pencegahan sedini mungkin.

Pernyataan ini disampaikan Quddus Husein kepada Serambi Rabu (11/5) di Banda Aceh, menanggapi kekhawatiran Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Dahlia, terhadap fenomena banyak anak Aceh sekarang dengan leluasa membuka situs porno di HP mereka.

Pernyataan ini disampaikan Dahlia pada acara Sosialisasi dan Edukasi Fenomena Pornografi dan Bahayanya serta Pencegahan dan Penanganannya yang dilaksanakan BP3A Aceh bekerja sama dengan KP2KS Aceh Barat di gedung Bappeda Aceh Barat, Selasa (10/5). Sebagaimana diberitakan Serambi edisi Rabu (11/5), halaman 19, dalam berita berjudul “BP3A: Anak Sering Buka Situs Porno”.

Quddus Husein menegaskan, pornografi memiliki dampak buruk seperti narkoba, yang membuat masa depan seseorang hancur. Pornografi akan menuntun ‘penikmatnya’ untuk terus mencoba pengalaman seks yang lebih ekstrim. “Akibat pornografi, seseorang bisa melakukan pencabulan, pemerkosaan, dan penyimpangan seksual,” ujarnya.

Menurut dia, bahaya pornografi di dunia maya ini masih dapat dicegah, yaitu dengan mensosialisasikan kerusakan otak yang ditimbulkan akibat perilaku buruk tersebut, di setiap sekolah di Aceh. Ia menjelaskan, kerusakan otak akibat doyan pornografi menyerang Pre Frontal Cortex (PFC), yaitu bagian otak depan yang berfungsi merencanakan, mengendalikan emosi, dan mengambil keputusan.

“Nah, sosialisasi tentang kerusakan otak akibat pornografi ini yang belum dilaksanakan secara optimal oleh pemerintah,” kata pria yang pernah mendapat pelatihan dari Elly Risman, psikolog kenamaan Indonesia.

Menurutnya, PFC yang terletak di atas alis kanan manusia itu sangat rentan terhadap apa yang dilihat oleh seseorang. “Orang yang kecanduan pornografi pikirannya cenderung melemah. Apabila kebiasaan itu dimulai dari usia muda, maka otaknya akan sulit mencerna ilmu pengetahuan, dan terus-menerus memikirkan seks,” ujarnya.

Dia katakan, pornografi menyebabkan ketergantungan yang dimulai dari rasa penasaran. “Otak akan menghasilkan hormon dopamin secara berlebihan. Kelebihan hormon ini mengakibatkan PFC mengecil dan bekerja tidak optimal,” sebut Quddus, sebagaimana dikutipnya dari materi yang didapat dalam pelatihan itu.

Kecanduan pornografi dapat dialami segala usia. Khusus untuk anak-anak, kecanduan pornografi dapat merubah perilaku anak menjadi tertutup, suka menyendiri, dan susah mengontrol emosi. “Orang tua harus bisa memantau perubahan gerak-gerik anak. Seorang anak bisa mengakses pornografi lewat smartphone-nya di kamar mandi, apa orang tua tahu?” kata pria yang juga Ketua LSM Selamatkan Anak Emas Indonesia (SEMAI) ini.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help