IPB Gelar Seminar Keberlanjutan Perdamaian di Aceh

Seminar terselenggara atas kerjasama FEMA IPB, Ikatan Mahasiswa Pascasarjana IPB asal Aceh, dan Sajogyo Institut.

IPB Gelar Seminar Keberlanjutan Perdamaian di Aceh
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Suasana jalannya seminar tentang keberlanjutan perdamaian Aceh di IPB. 

Laporan Fikar W Eda | Bogor

SERAMBINEWS.COM, BOGOR -- Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar seminar bertema "Peran Politik Sumberdaya Alam dan Kebijakan Agraria dalam Menjamin Keberlanjutan Perdamaian di Aceh."

Seminar bertempat di Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB, Bogor, Selasa (31/5/2016). Seminar terselenggara atas kerjasama FEMA IPB, Ikatan Mahasiswa Pascasarjana IPB asal Aceh, dan Sajogyo Institut.

Seminar dibuka Dekan Fakultas Ekologi Manusia, Arif Satria, menampilkan sejumlah pembicara anatara lain Zulfan Lindan, Anggota DPR RI asal Aceh, Prof Abubakar Karim, Kepala Dinas Pertanian Aceh, dan pemaparan hasil riset dari Ciptaning Larastiti, MA, peneliti dari Sajogyo Institut, dan M Sohibuddin peneliti SKPM IPB.

Ciptaning membentangkan makalah berjudul "Tersudut Sungai Mati: Pengalaman Perempuan Aceh Menghadapi Krisis Sosial Ekologis Pasca Konflik," hasil penelitian di Mukim Rampah, dan makalah M Sohibuddin "Membedah Siklus Konflik dan Perdamaian di Aceh; Perspektif Agraria."

Kedua makalah tersebut dibahas secara khusus oleh Prof Endriartono Sutarto, dan DR Tajuddin Bantacut.

Dekan FEMA IPB, Arif Satria, mengatakan, selama ini konflik yang mengemuka biasa terkait isu politik.
Tapi di balik itu, menurut Arif ada hal tersembunyi dari perbincangan publik, yaitu  isu agraria dan sumber daya alam.

"Kalau dulu isu politik antara pusat dan daerah.  Tapi menyangkut sumber daya alam, bukanhanya soal pusat dan daerah melainkan keadilan antar pusat dan daerah dan keadilan di internal dalam struktur masyarakat Aceh itu sendiri," kata Arif.

Membandingkan isu kobflik di darat dan laut, Arif mengatakan isu sumber daya alam laut di Aceh tak menonjol. Karena ada lembaga Panglima Laot yang mengelola sumber daya alamnya.

"Efektivitas di laut, mestinya juga diikuti efektivitas di darat," katanya. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved